Thu. Dec 12th, 2019

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

10 Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai

3 min read

Jakarta – Keracunan makanan adalah kondisi yang dialami ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Penyebab kontaminasi makanan ini beragam seperti bakteri, virus, parasit atau racun yang dikeluarkan oleh organisme ini.

Organisme tersebut atau racunnya bisa mengkontaminasi makanan saat proses pembuatan atau produksi. Selain itu, kontaminasi juga bisa terjadi di rumah jika makanan tersebut tidak dimasak dengan benar.

Gejala keracunan makanan sendiri biasanya mulai muncul beberapa jam setelah memakan makanan terkontaminasi. Berikut 11 gejala keracunan makanan yang perlu diwaspadai agar bisa langsung diatasi:

1. Sakit dan Kram Perut

Salah satu gejala yang umum ditemui dalam kasus keracunan makanan adalah sakit dan kram perut. Ketika mengalami keracunan makanan, organisme berbahaya bisa memproduksi racun yang bisa menyebabkan iritasi di perut dan usus.

Iritasi ini bisa berujung pada peradangan di perut dan menyebabkan rasa sakit di perut. Kram perut juga bisa dirasakan karena otot perut berkontraksi untuk mempercepat pergerakan alami usus untuk menyingkirkan organisme berbahaya secepat mungkin.

2. Diare

Diare merupakan gejala keracunan makanan yang umum ditemukan. Ciri diare sendiri adalah feses yang lebih encer saat buang air besar dan terjadi lebih dari tiga kali dalam sehari.

Diare terjadi karena peradangan membuat sistem pencernaan menjadi kurang efektif dalam menyerap air dan cairan lainnya yang dikeluarkan selama proses pencernaan.

Untuk pertolongan pertama terhadap diare yang disebabkan oleh keracunan makanan, orang dewasa bisa mengonsumsi obat Immodium. Sedangkan untuk anak-anak dan dewasa yang menderita diare hingga berhari-hari harus segera dibawa ke rumah sakit untuk menerima cairan lewat infus agar mencegah dehidrasi.

3. Sakit Kepala

Keracunan makanan bisa membuat kalian merasa sakit kepala. Kaitannya belum sepenuhnya dipahami, tapi diduga dehidrasi bisa mempengaruhi otak secara langsung, membuatnya kekurangan cairan dan menyusut sementara.

4. Muntah

Muntah adalah reaksi alami yang dilakukan seseorang jika keracunan makanan. Ini merupakan mekanisme tubuh kalian untuk melindungi dirinya dari organisme berbahaya dan racun yang dideteksi sebagai berbahaya.

5. Nafsu Makan Hilang

Korban keracunan makanan biasanya mengalami kehilangan nafsu makan dan gejala lainnya yang mirip seperti rasa sakit. Hal ini terjadi karena sistem daya tahan tubuh merespon untuk melawan infeksi yang telah menyerang tubuh.

6. Demam

Demam merupakan mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi. Mekanisme ini melawan infeksi dengan cara membuat temperatur tubuh kalian menjadi lebih panas terhadap bakteri atau virus yang menyebabkan infeksi terus berlanjut.

7. Menggigil

Temperatur tubuh yang meningkat saat demam bisa membuat badan kalian menggigil. Kondisi ini sering menyertai demam karena pirogen mengelabui tubuh kalian untuk berpikir bahwa ini dingin dan perlu dihangatkan.

8. Lemas

Rasa lemas dan capek adalah gejala keracunan makanan lainnya. Gejala ini muncul karena tubuh mengeluarkan senyawa bernama cytokines ketika kalian merasa sakit. Jadi ketika kalian merasa lemas setelah keracunan makanan, usahakan banyak istirahat.

9. Mual

Rasa mual biasanya muncul ketika kalian ingin muntah, walau kadang tidak jadi. Mual yang terkait dengan keracunan makanan biasanya terjadi sekitar satu hingga delapan jam setelah makanan.

Mekanisme ini bekerja sebagai tanda bahaya untuk memberitahu tubuh kalian bahwa ia telah mencerna sesuatu yang berbahaya. Kondisi ini bisa diperburuk oleh perlambatan pergerakan usus yang terjadi ketika tubuh mencoba untuk menahan racun di perut kalian.

10. Sakit Otot

Gejala keracunan makanan lainnya yang harus diwaspadai adalah sakit otot. Rasa sakit ini muncul karena sistem imun tubuh telah diaktifkan dan menyebabkan peradangan.

Saat proses ini berlangsung, tubuh kalian mengeluarkan histamine, senyawa kimia yang bisa memperlebar pembuluh darah agar lebih banyak sel darah putih bisa lewat dan melawan infeksi. Hal ini bisa membuat beberapa bagian tubuh kalian menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit.

Baca juga !