Wed. Jan 20th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Alexander Marwata, Petahana Capim KPK yang Lama Berkarier di BPKP

2 min read

JAKARTA – Nama Alexander Marwata sedang menjadi perbincangan publik setelah yang bersangkutan dipastikan lolos sebagai 10 calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan dari Panitia Seleksi (Pansel) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Banyak pihak yang meragukan kapasitas dia untuk memimpin KPK lima tahun mendatang. Salah satu pihak yang tak setuju dengan keputusan pansel ihwal terpilihnya Alex dalam seleksi capim KPK adalah lembaga Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum UGM.

Alasannya, karena pria berumur 52 tahun itu diragukan bakal independen dalam memimpin lembaga antirasuah nanti. Di mana calon petahana itu mempunyai niat tidak akan ‘mencomot’ aparat kepolisian dan kejaksaan bila tersangkut kasus korupsi, demi menjaga hubungan baik antar penegak hukum.

“AM (Alexander Mawarta) menjawab pansel bahwa dia ketika memimpin KPK tidak akan menindak polisi dan jaksa demi hubungan harmonis. Ini menunjukkan sikap keliru, karena tebang pilih dalam arti negatif. Justru KPK seharusnya fokus kepada institusi penegak hukum, agar bisa segera bersih dari korupsi sehingga dapat diandalkan dalam pemberantasan korupsi,” kata peneliti Pukat Fakultas Hukum UGM, Zaenur Rohman kepada Okezone, kemarin.

Alexander Marwata

Lantas siapa sebenarnya Alexander Marwata? Berikut profil singkat capim petahana itu yang dikutip dari laman resmi KPK. Alex lahir di Klaten, Jawa Tengah, 26 Februari 1967. Dia pernah menjadi hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Alex pernah mengenyam pendidikan di SD Plawikan I Klaten (1974-1980), SMP Pangudi Luhur Klaten (1980-1983) dan SMAN 1 Yogyakarta (1983-1986). Kemudian melanjutkan pendidikan tingginya, D IV di Jurusan Akuntansi STAN Jakarta. Tahun 1995, ia melanjutkan sekolahnya lagi S1 Ilmu Hukum di Universitas Indonesia.

Sejak tahun 1987-2011, Alexander Marwata berkarier di Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Pada 2012, ia sempat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Alex juga terpilih menjadi Komisioner KPK periode 2015-2019.

Ia terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 27 Februari 2019 lalu. Berdasarkan LHKPN yang diunggah di situs KPK, Alexander memiliki total harta senilai Rp4.968.145.287.

Baca juga !