izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Cegah Virus Corona, Warga Palestina Dilarang Keluar Rumah Selama 2 Pekan – NagaBola.net
Fri. Oct 30th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Cegah Virus Corona, Warga Palestina Dilarang Keluar Rumah Selama 2 Pekan

2 min read

Tepi Barat –

Otoritas Palestina memberlakukan larangan terhadap seluruh pergerakan tidak penting selama dua pekan mulai Minggu (22/3) waktu setempat. Larangan ini diumumkan saat terkonfirmasi 57 orang positif virus Corona atau COVID-19 di Tepi Barat.

Seperti dilansir AFP, Senin (23/3/2020), Otoritas Palestina mewajibkan semua warganya di wilayah Tepi Barat untuk menjalani karantina selama dua pekan di rumah masing-masing.

“Orang-orang harus mematuhi karantina wajib selama 14 hari di rumah mereka mulai (Minggu – 22/3) pukul 22.00 waktu setempat,” demikian pernyataan Otoritas Palestina seperti dilaporkan WAFA News Agency.

Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammad Shtayyeh, menambahkan bahwa larangan itu tidak berlaku bagi ‘orang-orang yang bekerja di pusat layanan kesehatan, toko roti, apotek dan toko bahan makanan’.

“Warga desa-desa dan kamp-kamp pengungsi tidak diizinkan untuk bepergian ke pusat kota,” sebut Otoritas Palestina dalam pernyataannya.

Di Ramallah, pada Minggu (22/3) waktu setempat, terdapat antrean panjang di sejumlah supermarket setempat usai larangan ini diumumkan. Pantauan wartawan AFP menyebut orang-orang banyak membeli barang-barang dalam jumlah besar.

Toko-toko yang lebih kecil diharapkan mulai tutup pada Minggu (22/3) malam, setidaknya untuk dua pekan ke depan.

Israel yang menduduki Tepi Barat, mengklaim kendali penuh atas Tepi Barat. Sekitar 400 ribu warga Israel tinggal di area permukiman Yahudi di Tepi Barat, yang dianggap ilegal di bawah hukum internasional. Ribuan warga Palestina banyak yang bekerja di area permukiman Israel itu. Pekan lalu, Israel menyatakan para pekerja Palestina masih diizinkan keluar-masuk setiap harinya.

Namun PM Shtayyeh menegaskan ‘para pekerja di permukiman Israel tidak akan diizinkan untuk tetap bekerja di sana saat masa darurat’.

Otoritas Palestina sebelumnya memperingatkan kemungkinan tingginya jumlah kasus virus Corona di area permukiman Yahudi di Tepi Barat. Otoritas Israel sendiri mengumumkan 945 kasus virus Corona di wilayahnya.

Pengumuman langkah tegas dari Otoritas Palestina ini disampaikan setelah dua kasus virus Corona untuk pertama kalinya dilaporkan di wilayah Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas. Sejauh ini, Otoritas Palestina mengonfirmasi 57 kasus virus Corona di wilayah Tepi Barat.

Baca juga !