Tue. Mar 2nd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Cerita Willy Wahyudin Terserang Kanker Payudara di Usia Muda

2 min read

 

Kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian pada wanita. Akan tetapi, kanker payudara juga bisa terjadi pada pria. Sayangnya hal ini masih kurang diwaspadai. Sejumlah pria bahkan sudah ada yang terserang penyakit mematikan ini, salah satunya adalah Willy Wahyudin.

Ditemui Okezone dalam diskusi media ‘Tantangan dan Harapan : Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Kanker Payudara HER2-Positif di Indonesia’, pria yang kini berusia 44 tahun itu menuturkan tidak menyangka akan terkena kanker payudara. Semula Willy menyangka penyakit itu hanya ada pada wanita. Lagi pula tidak ada keluarganya yang terkena kanker.

“Terus terang saya enggak nyangka pria bisa mengalami (kanker payudara), itu pertama. Kedua, saya kenanya HER-2 positif yang cukup ganas dan kekambuhannya cukup tinggi,” ujar Willy di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Ayah satu orang anak itu menceritakan awal mulanya mengetahui ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya. Pada tahun 2013, Willy tengah berjalan-jalan di Hong Kong. Kebetulan dirinya bekerja di kapal pesiar. Saat sedang jalan-jalan, dadanya terbentur tiang.

“Di situ rasanya sakit sekali, abis itu mulai terasa nyeri padahal sebelumnya tidak kenapa-kenapa. Lalu oleh tim medis di kapal pesiar diperiksa ternyata ada benjolan di payudara sebelah kanan, kemudian dibiopsi oleh dokter di Vancouver,” papar Willy.

Willy Wahidin

Usai menjalani pemeriksaan pada bulan Maret 2013, butuh waktu 3 bulan bagi Willy mengetahui kondisinya. Sebenarnya hasil pemeriksaannya telah keluar, namun tim medis di kapal pesiar masih merahasiakan. Setelah dipaksa terus menerus, barulah hasil pemeriksaan diberikan kepadanya.

“Saya tentu kaget yah, apalagi ternyata kanker payudara sudah stadium 3. Rasanya lemas, pertanyaan pertama yang terbersit di benak saya adalah berapa lama lagi bisa bertahan hidup. Sebab yang saya tahu kanker cukup cepat perkembangannya,” ucap Willy

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan dan menyelesaikan tugas di kapal pesiar, Willy dikirim ke Indonesia. Setibanya di Tanah Air, tim dokter dari perusahaan tempatnya bekerja sudah menunggu untuk melakukan pengobatan. Juli 2015 dirinya mulai menjalani serangkaian perawatan.

Kemoterapi kanker

“Saya menjalani kemoterapi sebanyak 8 kalo, perawatan obat-obatan 16 kali, dan radioterapi 35 kali. Jadi total hampir 2 tahun saya menjalani pengobatan,” kata Willy.