Sun. Mar 7th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Deteksi Hipertensi Sejak Dini, Perhatikan Kebiasaan Kencing di Malam Hari

2 min read

Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang bisa berakibat fatal jika diabaikan. Sayangnya, banyak orang sering terlambat menyadari bahwa dirinya menderita tekanan darah tinggi.

Padahal tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa kita deteksi dengan memperhatikan perubahan kebiasaan buang air kecil.

Melansir dari Express, jantung berdetak menandakan organ ini memompa darah ke seluruh tubuh untuk memberikan energi dan oksigen. Saat darah akan bergerak mendorong sisi-sisi pembuluh darah. Kekuatan dorongan inilah bisa membaca kondisi tekanan darah kita.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, tekanannya akan lebih ekstra pada arteri dan jantung. Apabila dibiarkan, kondisi ini tentu bisa berbahaya dalam jangka pendek maupun panjang.

Oleh karena itu, jika Anda mengetahuinya lebih awal, tentu semakin baik. Salah satunya dengan memperhatikan kebiasaan buang air kecil di toilet.

Ilustrasi buang air kecil di malam hari (shutterstock)
Ilustrasi buang air kecil di malam hari (shutterstock)

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya lebih sering buang air kecil ke toilet pada malam hari. Sebuah penelitian pun telah membuktikan hubungan frekuensi buang air kecil di malam hari dengan tekanan darah tinggi.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa jika Anda buang air kecil di malam hari yang disebut nokturia. Anda mungkin mengalami peningkatan tekanan darah dan kelebihan cairan di tubuh,” kata Dokter Satoshi Konno, Divisi Hipertensi.

Dokter Satoshi Konno pun menyarankan bagi orang yang mengalami kondisi tersebut untuk periksa tekanan darah dan asupan garam.

Deteksi Hipertensi Sejak Dini, Perhatikan Kebiasaan Kencing di Malam Hari - 2
Ilustrasi buang air kecil. (Shutterstock)

Sebab, penelitian sebelumnya juga telah melaporkan bahwa asupan garam yang tinggi berkaitan dengan nokturia.

“Kami menemukan bahwa bangun di malam hari untuk buang air kecil terkait dengan peluang 40 persen lebih besar mengalami hipertensi. Semakin banyak kunjungan di toilet maka semakin besar risiko hipertensi,” jelasnya.