izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Gubernur Puerto Rico Pertimbangkan Mundur Usai Diprotes Dua Pekan – NagaBola.net
Sat. Oct 31st, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Gubernur Puerto Rico Pertimbangkan Mundur Usai Diprotes Dua Pekan

2 min read

San Juan – Gubernur Puerto Rico, Ricardo Rosselló, tengah mempertimbangkan masa depan politiknya. Hal tersebut menyusul adanya aksi protes selama hampir dua pekan yang menuntut pengunduran dirinya atas publikasi pesan obrolan ofensif dan skandal korupsi.

Dilansir Reuters, Kamis (25/7/2019), Rosselló, seorang gubernur yang menjabat di periode pertama pemerintahannya, telah menolak seruan untuk mundur dari skandal yang oleh media lokal dijuluki ‘Rickyleaks’. Media, termasuk surat kabar El Nuevo Día, mengutip sumber tanpa nama, yang mengatakan pengunduran dirinya sudah dekat.

“Dia (Rosselló) menyatakan kemarin bahwa dia sedang merefleksi kembali dan mendengarkan suara dari masyarakat. Keputusan apa pun yang dia buat, seperti biasa, akan dikomunikasikan secara resmi.” kata juru bicara gubernur, Anthony Maceira.

Para pengunjuk rasa menyambut kabar kemungkinan pengunduran diri tersebut pada Selasa (23/7) malam. Namun, mereka memperingatkan bahwa kepergian Rosselló tidak akan mengakhiri demonstrasi yang kini memasuki hari ke-12.

Pulau dengan penduduk 3,2 juta jiwa itu telah diguncang oleh berbagai krisis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kebangkrutan dan badai dahsyat pada tahun 2017 yang menewaskan sekitar 3.000 orang.

Jika Rosselló mundur, penggantinya sebagai pemimpin wilayah AS kemungkinan adalah Sekretaris Kehakiman Wanda Vazquez, yang juga ditolak banyak pengunjuk rasa karena hubungannya dengan gubernur yang berusia 40 tahun itu.

Sejumlah pembantu terdekat Rosselló telah mengundurkan diri ketika jaksa menyelidiki skandal itu. Kepala Staf Gubernur Ricardo Llerandi mengundurkan diri pada hari Selasa (23/7), dengan alasan khawatir akan keselamatan keluarganya.

Skandal itu pecah pada saat yang hampir bersamaan ketika para penyelidik federal menuduh dua mantan pejabat tinggi pemerintah Puerto Riko dengan konspirasi.

Protes di ibukota San Juan dipicu oleh adanya publikasi pada 13 Juli lalu dari obrolan aplikasi pesan Telegram. Roselló dan para pembantunya menggunakan bahasa profan untuk menggambarkan politisi perempuan dan selebriti gay Puerto Rico, termasuk Ricky Martin.

Baca juga !