izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Honda ADV Resmi Meluncur, Ini Pertanyaan Nyelekit dari Warganet – NagaBola.net
Sun. Oct 25th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Honda ADV Resmi Meluncur, Ini Pertanyaan Nyelekit dari Warganet

1 min read

 Pagelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 tengah berlangsung dan skutik anyar dari produsen berlogo sayap mengepak, Honda.

Skuter matik Honda ADV 150, menarik perhatian para pecinta motor, apalagi melihat bentuknya yang terlihat gagah lagi tangguh. Namun begitu, skuter matik ini pun dihujani pertanyaan nyelekit dari warganet. Seperti apa?

Kepopuleran Honda ADV 150 tak hanya dirasakan para pengunjung GIIAS 2019 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang.

Di jejaring media sosial, bertebaran pula foto skuter matik bermesin 150 cc, bergaya adventure ini.

Cukup banyak warganet yang akhirnya ngiler dan kepincut dengan skutik yang merupakan adik dari Honda X-ADV 750.

Honda ADV 150 diluncurkan dalam pameran GIIAS 2019 di ICE, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
Honda ADV 150 diluncurkan dalam pameran GIIAS 2019 di ICE, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). 

Dikabarkan, Honda ADV 150 menggunakan mesin yang sama dengan skutik Honda PCX dan Honda Vario 150.

Dari situlah kemudian timbul pertanyaan dari warganet yang cukup nyelekit. Pertanyaan tersebut adalah soal suara gredeg yang biasanya dikeluhkan oleh beberapa pengguna Honda Vario 150 atau Honda PCX.

Seperti di jejaring Facebook ini, misalnya. Berawal dari unggahan foto dari warganet bernama Muhsin Riyadi.

Ia mengunggah foto dirinya yang tengah duduk di atas Honda ADV 150. Banyak yang memuji, banyak juga yang menyodorkan pertanyaan tersebut.

“Kira-kira gredeg juga nggak ya?” Tanya Ahmad Farit, menyahuti komentar yang menyatakan bahwa Honda ADV 150 mengguakan mesin yang sama dengan Honda Vario 150 dan Honda PCX.

“Siap-siap nih tukang bubut jualan mangkok dan kampas kopling anti gredeg.” Ujar Muhammad Ramdani.