Sat. Sep 26th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

IHSG Berpotensi Tampil Perkasa, Mainkan 7 Saham Ini

2 min read

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksi melanjutkan penguatan atau reli ketika sebelumnya mengakhiri pekan pertama bulan Desember 2019 dengan catatan positif. Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD telah membentuk area negatif.

Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif. “Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan pertama bulan Desember ini ditutup positif, yang ditunjukkan IHSG dengan peningkatan 2,91% ke posisi 6.186,868 dari penutupan pekan sebelumnya 6.011,830. Senada dengan bursa saham, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 2,90% menjadi Rp7.120,207 triliun dari Rp6.919,502 triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.

“Rata-rata volume transaksi harian BEI juga ditutup meningkat pada pekan ini, dengan peningkatan sebesar 7,67 persen menjadi 11,448 miliar unit saham dari 10,632 miliar unit saham pada pekan sebelumnya,” tulis keterangan resmi BEI.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. BIRD (PT Blue Bird Tbk)

Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2090 – 2140, dengan target harga secara bertahap di level level 2190 dan 2300. Support: 2020.

2. GIAA (PT Garuda Indonesia Tbk )

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 476 – 484, dengan target harga secara bertahap di level 500, 540, 640 dan 725. Support: 470 & 450.

3.ITMG (PT Indo Tambang Raya Megah Tbk).

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle is detected yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada 10000 – 10200, dengan target harga secara bertahap di level 10600, 10900, 11100 dan 12000. Support: 9775.

4. JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1580 – 1590, dengan target harga secara bertahap di level 1655, 1780 dan 1910. Support: 1560 & 1525.

5. LPKR (PT Lippo Karawaci Tbk)

Terlihat pola bullish dragonfly doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 234 – 242, dengan target harga secara bertahap di 258, 292 dan 328. Support: 230 & 222.

6. MYOR (PT Mayora Indah Tbk)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2040 – 2070, dengan target harga secara bertahap di level level 2100 dan 2220. Support: 2000.

7. SMRA (PT Summarecon Agung Tbk)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar is detected yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 960 – 1000 dengan target harga secara bertahap di level 1010, 1050, 1090, 1245, 1400 and 1555. Support: 935.