izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Ini Alasan Avengers: Endgame Menghindari Multiverse – NagaBola.net
Sat. Oct 24th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ini Alasan Avengers: Endgame Menghindari Multiverse

4 min read

Sebelum Avengers: Endgame resmi tayang di bioskop, teori tentang multiverse akan tampil di film ini cukup mengemuka. Di filmnya, multiverse pun sempat muncul. Namun, para penulis Avengers: Endgame memilih menghindari pembahasan lebih lanjut tentang multiverse di film itu. Alasan mereka pun masuk akal.

Masuknya multiverse di Avengers: Endgame akan mengesampingkan keberadaan sejumlah peristiwa yang juga tak kalah penting di film ini. Kematian Iron Man (Robert Downey Jr.) dan Black Widow (Scarlett Johansson) di film ini bisa tersingkirkan pembahasannya jika multiverse dimasukkan di Endgame.

“Multiverse itu ada karena Doctor Strange sudah membahasnya, itu adalah bagian dari itu,” ujar salah satu penulis Endgame Stephen McFeely di San Diego Comic-Con yang dikutip ComicBook.com.

“Ini mungkin dimana saya tidak sepakat dengan Marvel atau kemana arah mereka, saya tidak tahu kemana (presiden Marvel Studio) Kevin Feige pergi. Saya tidak tahu yang terjadi besok, saya tidak tahu. Tapi, saya sangat percaya pada pertaruhan, dan kalau kalian bilang kepada saya kalau saya bisa mendapatkan Natasha lain dan Tony lain, dan kami terus berputar, maka terutama nenek saya akan bilang, ‘Kenapa aku nggak nonton itu?’ Dan kemudian kami akan melatih ulang para penonton sepanjang waktu. Saya mungkin salah, dua tahun dari sekarang, dimana orang bilang, ‘Saya mau semua cerita dari orang yang sudah pergi’,” papar dia.

“Terutama dalam sebuah film dimana kita akan sangat menuju ke resolusi akhir, menuju semuanya selesai, menuju orang-orang pergi,” imbuh penulis lain Endgame, Christopher Markus.

“Kalau kalian bilang, ‘Yah, tapi ada 75 Tony atau 75 miliar Tony di sana’, drama kalian akan menderita karena pertaruhan kalian akan lebih rendah. Sekarang hal-hal seperti ini mungkin atau tidak mungkin benar, tapi untuk peraturan kongkret film kalian, kalian harus berlari bersama orang-orang. ‘Menarilah bersama yang membawa kalian,’ begitu mereka bilang,” lanjut Christopher.

Disentuh di Thor: The Dark World dan dieksplorasi di Doctor Strange, konsep multiverse digoda lagi di Spider-Man: Far From Home. Di film itu, Mysterio (Jake Gyllenhaal) mengaku berasal dari Bumi lain—tapi, ternyata itu bohongan.

Di acara yang sama Kevin mengungkapkan sekuel Doctor Strange, yaitu Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Film ini mempertemukan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) dengan Scarlet Witch (Elizabeth Olsen).

“Kami pertama kali membuat referensi multiverse di Doctor Strange. Saya kira itu sesuatu yang akan kami mainkan dengan cara tersendiri. Jelas, bahwa kami menyebutkannya di Far From Home—tapi (Mysterio) bohong—tapi saya kira itu adalah peluang bercerita bagi kami, seperti yang mereka lakukan selama bertahun-tahun di komik,” tutur Kevin.

Lebih lanjut, Avengers: Endgame tidak hanya menyinggung soal multiverse, tapi bahasan besarnya adalah penjelajahan waktu. Ini adalah salah satu kontroversi di film tersebut. Endgame menggunakan teori penjelajahan waktu yang berbeda dengan apa yang sudah sering dilihat orang di sejumlah film tentang penjelajahan waktu lainnya.

Salah satu film yang dikenal menggunakan penjelajahan waktu adalah Back to the Future. Namun, teori penjelajahan waktu yang dipakai di film ini dengan teori yang dipakai Endgame sangatlah berbeda. Duo penulis Endgame, Christopher dan Stephen, punya alasan kuat untuk membuatnya berbeda dengan Back to the Future.

Selama menulis film ini, mereka berkonsultasi dengan para ilmuwan fisika kuantum. Salah satu di antara mereka menyebut bahwa perjalanan waktu di film Back to the Future itu adalah omong kosong. Kata-kata ini jelas sama dengan apa yang diucapkan Ant-Man (Paul Rudd) di Endgame.

“’Back to the Future itu omong kosong’,” ujar Stephen ketika ditanya apa yang mereka pelajari setelah berkonsultasi dengan pakar kuantum. Christopher mengatakan bahwa kalimat itu benar-benar diucapkan oleh pakar tersebut.

“Apa yang bisa dilakukan franchise lain bisa kami lakukan? Tontonlah film lain untuk mendapatkan enam MacGuffin dan bawa mereka untuk menyelesaikan masalah kalian dan biarkan diri kalian melakukan semua triase emosional seperti yang kalian lakukan—orang bertemu ayah dan ibu mereka dan tidak. Tapi, jika kalian beroperasi dengan peraturan Back to the Future, setiap kali kalian pergi dan pulang, kalian akan punya Biff Casino baru,” ujar Stephen.

Dia merujuk pada Back to the Future II. Di film itu, perjalanan penjelajahan waktu yang dilakukan Marty McFly secara tidak sengaja mengubah realitas harinya saat ini menjadi lebih buruk.

“Jadi kalian bisa bayangkan jika setiap kali semesta baru tercipta, kita tidak akan kemana-mana dan kita tidak akan tahu bagaimana menyelesaikan satu orang karena satu orang melakukan apa? Itu tidak membantu kami dan kami khawatir kalau kami mungkin tidak bisa melakukan ide ini,” papar Stephen.

Christopher dan Stephen kemudian berkonsultasi dengan seorang pakar fisika kuantum. Pakar inilah yang membantu mereka menyadari kalau Scott Lang dan pengetahuannya tentang Dunia Kuantum adalah kunci perjalanan waktu Endgame.

“(Pakar fisika itu bilang), ‘Ini mungkin nggak bekerja seperti itu, sebegitu sukanya saya pada film-film itu, ini mungkin bekerja dengan cara ini. Kalau ini bekerja, sekali lagi, yang itu tidak’,” ujar Stephen menirukan ucapan pakar tersebut.

“Jadi idenya adalah realitas cabang itu adalah perjalanan kuantum—kita punyua Scott Lang, mungkin kita bisa melakukan sesuatu dengan itu. Banyak lampu yang mati ketika kami mengerjakan sejumlah pekerjaan rumah,” sambung Stephen.

Penjelasan tentang peraturan perjalanan menembus waktu di MCU kepada penonton dilakukan di film itu dengan cara tidak membuat referensi pada film tertentu. Mereka menjelaskan itu lewat adegan di mana Ancient One (Tilda Swinton) dari 2012 menjelaskan kepada Hulk (Mark Ruffalo) tentang apa yang terjadi ketika Batu Keabadian diambil dari tempat mereka di lini masa tertentu.

“Kami harus menggodok peraturan waktu kami dan itu mengerucut pada batu-batu itu. Batu-batu itu akan menyeimbangkan semesta secara efektif. Mengambil mereka, maka hal-hal akan terjadi. Ini adalah kesenangan menghadapi semesta ini, kami butuh orang untuk menjelaskannya. ‘Siapa orang yang bisa menjelaskan dengan cara menghibur di Marvel Universe? Ayo ambil Tilda! Dia belum mati saat itu, kita bisa mendapatkannya’,” kata Christopher.