izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Istana: Kalau Baiq Nuril Mohon Amnesti Pasti Jokowi Pertimbangkan – NagaBola.net
Fri. Oct 30th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Istana: Kalau Baiq Nuril Mohon Amnesti Pasti Jokowi Pertimbangkan

2 min read

Jakarta – Baiq Nuril Maknun memohon agar Presiden Jokowi memberikan amnesti atas perkara ITE setelah upaya peninjauan kembalinya (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA). Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin meyakini, Jokowi pasti akan dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan permohonan itu. 

“Tapi yang pasti bahwa, rasanya ya rasanya kalau ada permohonan yang diajukan oleh Baiq Nuril terkait dengan permohonan pengampunan, saya percaya bahwa Presiden pasti punya pertimbangan-pertimbangan tersendiri,” ujar Ngabalin kepada saat dihubungi, Minggu (7/7/2019). 

Ngabalin mengatakan selama ini Jokowi selalu mempertimbangkan semua permohonan amnesti yang diajukan kepadanya. Namun, tentu keputusan yang diambil sudah atas masukan berbagai pihak seperti Menkum HAM hingga Menkopolhukam.

“Tidak mungkin Presiden tidak melakukan pembicaraan pada para pembantu-pembantunya untuk bisa mengambil keputusan yang terbaik tentang permohonan itu. Pesiden punya pertimbangan-pertimbangan dan masukan dari Menko Polhukam dan Menkumham dan staf ahli untuk bisa beliau mengambil keputusan terkait dengan permohonan (amnesti),” tuturnya. 

Lebih lanjut Ngabalin juga meyakini Jokowi tak akan mengabaikan permohonan Nuril. Apalagi jika surat permohonan itu telah telah diterima. Jokowi, kata Ngabalin, pasti akan segera memberikan keputusan. 

“Hampir pasti, dan saya kira itu sudah jadi tabiat Pak Jokowi. Kalau surat pengajuan permohonan pengampunan sudah berada di meja presiden, pasti presiden akan memastikan punya pertimbangan-pertimbangan,” kata Ngabalin. 

Sebelumnya, Baiq Nuril membuat surat untuk Jokowi. Dalam surat itu dia meminta Jokowi untuk memberikan amnesti atas perkara ITE setelah upaya PK ditolak Mahkamah Agung.

“Bapak Presiden, PK saya ditolak, saya memohon dan menagih janji bapak untuk memberikan amnesti karena hanya jalan ini satu-satunya harapan terakhir saya,” kata Baiq Nuril dikutip dari tulisan tangan dalam selembar kertas, Sabtu (6/7).

Baca juga !