izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Jean Todt Sarankan F1 2021 Kembali Terapkan Praktik Pengisian Bahan Bakar – NagaBola.net
Sat. Oct 31st, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Jean Todt Sarankan F1 2021 Kembali Terapkan Praktik Pengisian Bahan Bakar

1 min read

PARIS – Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt, memberikan sedikit sarannya terhadap gelaran kejuaraan dunia Formula One (F1), khususnya untuk musim 2021. Todt berharap F1 2021 kembali menerapkan praktik pengisian bahan bakar.

Sebagaimana diketahui selain pergantian ban, praktik pengisian bahan bakar memang sempat diterapakan di F1. Akan tetapi praktik tersebut beberapa kali mengalami revisi, sebelum akhirnya benar-benar tak diterapkan pada F1 2010.

Para pembalap F1 tampil di musim 2019

Alasan F1 menghilangkan praktik pengisian bahan bakar sendiri untuk menghindari risiko tinggi kepada para pembalap mereka. Selain itu, faktor tingginya biaya juga menjadi alasan dihapuskannya praktik pengisian bahan bakar di F1.

Akan tetapi dalam beberapa waktu terakhir, muncul kembali ide soal diterapkan praktik pengisian bahan bakar. Salah satu sosok yang mendukung praktik bahan bakar kembali hadir di F1 adalah Todt. Bahkan Todt mengklaim bahwa FIA dan Liberty Media –panitia F1– tengah berdiskusi mengenai hal tersebut.

Todt pun menaruh harapan besar agar praktik pengisian bahan bakar kembali hadir di F1 2021. Meski, Todt sendiri tidak bakal menutup kuping soal kritikan-kritikan yang akan hadir mengenai pencetusan ide tersebut.

Sebastian Vettel

“Secara pribadi, saya ingin melihat praktik pengisian bahan bakar kembali. Tapi saya juga ingin melihat poin-poin positif dan negatifnya. Saat ini, mobil mungkin sudah semakin berat. Itu yang perlu kami diskusikan,” ucap Todt, seperti disadur oleh Motorsport, Minggu (14/7/2019).

“Saya mendorong dilakukannya analisis tentang dampak kembalinya aturan pengisian bahan bakar, karena jika itu diterapkan, maka mobil akan menjadi lebih ringan saat start dan mobil bisa berukuran lebih kecil,” tutup pria berkebangsaan Prancis tersebut.