Sat. Mar 6th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Luncurkan Ponsel Gaming, Sharp Indonesia Ingin Penjualan Naik 3 Kali Lipat

2 min read

 PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mengincar penjualan 3.000 unit ponsel pintar (smartphone) per bulan atau naik 3 kali lipat dengan menggarap kalangan milenial terutama para gamers, yang suka memanfaatkan gawai untuk aneka permainan.

Presdir Sharp Electronic Indonesia (SEID) Shinji Teraoka di Jakarta, Kamis, mengakui bisnis smartphone terbilang baru bagi pihaknya, karena selama ini Sharp konsentrasi di pasar barang elektronik.

 

“Baru satu tahun, masih bayi, tapi kami melihat peluang besar di sini,” kata Teraoka pada peluncuran ponsel pintar Sharp Aquos Sense 4 Plus yang dibandrol Rp 4,99 juta per unit.

Senior GM Pemasaran Domestik SEID Andry Adi Utomo mengatakan di tengah pandemi yang membuat ekonomi lesu, pihaknya terus berinovasi mencari peluang agar bisnis Sharp di Indonesia tetap stabil, termasuk menggarap pasar ponsel pintar lebih serius setelah selama setahun lalu mengeluarkan 3 model smartphone.

“Dari situ kami belajar, kami buat yang sesuai dengan minat konsumen, misalnya kapasitas baterai diperbesar jadi 4.000 ampere, RAM menjadi 8 gigabyte,” katanya menjelaskan salah satu fitur Aquos Sense 4 Plus.

Ia berharap dengan Aquos Sense 4 Plus yang mengusung layar lebar 6,7 inci, penjualan ponsel Sharp Indonesia terdongkrak naik dari rata-rata 1.000 unit tahun lalu menjadi 3.000 unit per bulan tahun ini.

“Itu masih kecil, dibandingkan pangsa pasar di segmen ponsel dengan harga Rp 5 juta ke bawah yang mencapai 270.000 per bulan di Indonesia,” katanya.

Kepala Pemasaran AUVI Divisi Strategi Produk SEID Ardy menambahkan 94 persen penjualan ponsel pintar di Indonesia di didominasi produk dengan harga di bawah Rp 5 juta ke bawah.

Dari jumlah itu, kata dia, ponsel pintar dengan harga Rp 4 juta – Rp 5 juta pertumbuhannya cukup tinggi tahun lalu mencapai 38 persen, meskipun pangsanya hanya 7 persen dari total pasar tahun 2020 yang mencapai 40,7 juta unit.

“Selama ini hampir 90 persen penggunaan smartphone di Indonesia untuk main game,” kata Ardy.