Sat. May 30th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Menanti Penurunan Harga Gula dengan Operasi Pasar dan Impor, Ini 8 Faktanya

4 min read

JAKARTA – Pemerintah serius menurunkan harga gula jelang Lebaran. Terlebih lagi, Presiden Jokowi sudah menyoroti harga gula yang tak kunjung turun, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram (kg).

Kementerian Perdagangan hingga Bulog melakukan operasi pasar gula untuk menurunkan harga gula sebelum Lebaran. Selain itu, gula impor juga sudah membanjiri pasar di Indonesia.

Apakah akan ampuh menurunkan harga gula? Berikut fakta-fakta menarik soal harga gula seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

1. Operasi Pasar Gula

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto turun langsung dalam Operarasi Pasar Gula untuk mengecek sendiri harga gula yang dijual pedagang. Beberapa pedagang diketahui masih menjual gula pada kisaran harga Rp17.000 per kg.

Setelah ini, para pedagang diminta tegas untuk tidak menjual gula di atas HET Rp12.500/kg. Pedagang yang masih menjual gula di atas HET tersebut akan ditindak tegas Satgas Pangan.

“Saya sengaja minta produsen untuk menjual gula langsung ke pedagang di pasar rakyat sesuai HET Rp12.500 per kg,” kata Mendag Agus.

2. Lapor jika Ada Pedagang Naikkan Harga Gula

Jika ada distributor, subdistributor dan pedagang yang membuat harga jual gula sampai ke konsumen menjadi lebih mahal dari Rp12.500 per kg, Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan tidak akan segan-segan menindaknya dengan tegas.

“Ini perintah Bapak Presiden. Jika ada distributor, agen dan pedagang yang menjual harga gula lebih mahal dari HET Rp12.500/kg, tolong segera laporkan. Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan tak akan segan-segan menindaknya,” tegas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

3. Penyebab Harga Gula Mahal, dari PSBB hingga Impor Telat

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan, beberapa masalah yang menyebabkan harga gula sempat naik tinggi yang membuat Presiden Jokowi geram.

Harga gula saat ini masih di atas harga HET Rp12.500 per kg. Para pedagang pun masih ada menjual harga gula di level Rp17.000 per kg.

“Ini akibat terganggunya jalur distribusi, mundurnya jadwal pengapalan impor karena penetapan lockdown sejumlah negara yang terkena pandemi COVID-19 serta diberlakukannya pembatasan pergerakan hingga adanya jadwal penggilingan tebu yang tertunda,” kata Agus.