Wed. Jan 29th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Menhub Ungkap Sejumlah Maskapai Diskon Tiket 30% saat Liburan

4 min read

JAKARTA – Masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) makin dekat. Di tengah kekhawatiran bakal melambungnya harga tiket pesawat, sejumlah maskapai justru berencana menurunkan besaran tarif penerbangan hingga 30%. Diskon tiket ini akan diberlakukan hingga Februari 2020.

Rencana kebijakan anyar sejumlah maskapai ini kemarin diungkapkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Bahkan, Menhub menyebutkan soal penurunan tarif juga sudah dibahas lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian Perhubungan.

Selain direncanakan hingga Februari 2020 mendatang, diskon ini hanya berlaku pada Senin-Kamis. Pemerintah tidak membatasi rute mana yang akan diberikan diskon, namun sejumlah maskapai berencana memberlakukan untuk rute-rute di Indonesia bagian timur. Penurunan harga tiket bisa dilakukan karena sejumlah maskapai mampu mengefisiensikan operasional, antara dari bahan bakar avtur.

“Kementerian ESDM sudah atur rebalancing akan membuat harga baru lebih murah,” ujar Menhub. Di antara maskapai yang sudah menyatakan komitmennya akan memberikan diskon tarif ini adalah Garuda Indonesia. Meski demikian, Menhub optimistis sejumlah maskapai lain seperti Lion Air Group akan mengikuti langkah Garuda. “Lion mengikuti biasanya. Garuda Indonesia dulu pertama,” terangnya.

Namun soal rencana penurunan tiket ini, KORAN SINDO belum berhasil mengonfirmasi langsung Garuda hingga tadi malam. Budi menegaskan, Kemenhub mendorong agar maskapai bisa memberlakukan tarif pesawat yang terjangkau sesuai koridor tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Untuk memonitor transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub akan melakukan pemantauan selama 19 hari yang dimulai 19 Desember 2019 sampai dengan 6 Januari 2020. Kemenhub memperkirakan puncak arus mudik pada libur Nataru dimulai pada Jumat (20/12) sampai Selasa (24/12), sedangkan puncak arus balik diperkirakan dimulai pada Minggu (29/12) sampai dengan Selasa (31/12).

Tahun ini pemerintah dan para operator angkutan menyiapkan 50.317 bus (AKAP, AKDP, dan pariwisata), 228 kapal Ro-Ro, 404 kereta api, 1.293 kapal, dan 495 pesawat. Jumlah tersebut rata-rata mengalami peningkatan dibandingkan 2018.

Kemenhub memprediksi terdapat 16,4 juta penumpang yang akan melakukan perjalanan pada angkutan Nataru tahun ini atau turun 0,18% dibandingkan tahun lalu. “Prediksi jumlah penumpang memang yang paling banyak darat karena jalan tol itu banyak bertambah. Kita prediksikan naik 4-5%. Yang lain itu rata. Udara mungkin turun sedikit,” terangnya.

Tol Layang Berfungsi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, infrastruktur untuk libur Nataru secara umum telah siap, apalagi dengan bertambahnya ruas jalan tol yang beroperasi dan jalan nasional di Pulau Jawa dan Sumatera yang dalam kondisi mantap.

Jalan tol Trans-Jawa yang operasional untuk Nataru sepanjang 1.002 km termasuk Jakarta–Cikampek II Elevated 36 km yang rencananya diresmikan pada pekan kedua Desember. Selain ruas jalan tol Trans-Jawa, jalan tol ruas Kunciran–Serpong sepanjang 11 km juga rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo.

Operator jalan tol PT Jasa Marga (persero/Tbk) menyatakan jalan tol Jakarta–Cikampek II rampung dan bisa dilintasi menjelang libur Nataru. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan hingga akhir pekan lalu pekerjaan konstruksi jalan tol Jakarta–Cikampek Elevated sepanjang 36,40 km telah mencapai 99,95%.

“Sisa pekerjaan saat ini kami sedang mengejar penyelesaian expansion joint yang saat ini masuk dalam tahap leveling, diratakan hingga sama dengan aspal. Selain itu, ada pekerjaan barrier di bagian bawah,” jelasnya.

Nantinya ketika jalan tol ini dapat dilintasi, pengguna jalan dari arah Jakarta dapat melintas melalui jalan tol dalam kota, jalan tol Wiyoto Wiyono, jalan tol JORR, dan jalan tol Jagorawi, yang kemudian dapat melanjutkan menggunakan jalan tol Jakarta–Cikampek II Elevated untuk menuju arah Bandung ataupun Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk arah sebaliknya, pengguna jalan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bandung dapat menggunakan jalan tol Trans-Jawa dan jalan tol Cipularang, kemudian dilanjutkan menggunakan jalan tol Jakarta–Cikampek II (Elevated) untuk menuju Jakarta.

Berada tepat di sebagian ruas tol Jakarta–Cikampek eksisting, proyek jalan tol layang Jakarta–Cikampek II (Elevated) membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 s.d. Sta 47+500). Nantinya jalan tol ini berfungsi untuk mengurangi kepadatan panjang yang berada di sepanjang jalan tol Jakarta–Cikampek eksisting.

Asisten Operasi Kapolri Irjen Martuani Sormin menjelaskan, Operasi Lilin akan berlangsung selama 10 hari sejak 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Ribuan personel dari unsur kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan rumah ibadah hingga infrastruktur transportasi seperti bandara dan pelabuhan.

“Kami akan memberlakukan Operasi Lilin dengan melibatkan 120.000 personel polisi dan 70.000 personel TNI untuk seluruh wilayah Indonesia. Adapun objek yang jadi perhatian adalah tempat ibadah, tempat hiburan, keramaian, mal, bandara, dan pelabuhan itu diperkirakan sekitar 60.000 personel,” ungkapnya.

Senada dengan Asops Kapolri, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Jorry S Koloay menyebut TNI siap melakukan pengamanan selama angkutan Natal dan Tahun Baru. Selain pengamanan, Waasops menyebut TNI akan menyiagakan sejumlah armadanya jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Untuk siaga dalam rangka dukungan angkutan, kita standby baik itu angkutan darat, angkutan laut, maupun angkutan udara, yang ada di tiap angkatan baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara,” ujar Waasops.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pada masa mudik Nataru, para pemudik hendaknya mempersiapkan diri sedini mungkin. “Cek informasi sedetail-detailnya. Bagi yang tidak menggunakan angkutan transportasi umum/massal, persiapkan kendaraan pribadi semaksimal mungkin,” ujar dosen Unika Soegijapranata Semarang ini.

Menurut dia, hal yang perlu diwaspadai adalah kesiapan angkutan-angkutan bus pariwisata. Pemilik usaha bus pariwisata diharapkan bisa memenuhi standar yang sama sebagaimana angkutan bus reguler pada umumnya pada perusahaan otobus. Selain itu, yang perlu menjadi perhatian adalah perlunya penambahan rest area pada lintasan jalan tol baru yang akan difungsikan.