Mon. Feb 17th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Nenek 80 Tahun Meninggal Dunia Akibat Virus Corona di Jepang

2 min read

Tokyo –

Seorang nenek berusia 80 tahun di Jepang meninggal dunia akibat virus corona. Nenek ini menjadi korban jiwa pertama akibat wabah virus corona di Jepang.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (14/2/2020), Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, mengumumkan bahwa satu pasien yang meninggal adalah seorang wanita berusia 80-an tahun yang dirawat di sebuah rumah sakit dekat Tokyo sejak awal Februari lalu. Nenek itu dirawat setelah mengalami gejala-gejala virus corona.

Kato menyatakan nenek itu meninggal dunia pada Kamis (13/2) waktu setempat. Namun diagnosis bahwa nenek itu terinfeksi virus corona atau Covid-19 baru terkonfirmasi setelah dia meninggal.

“Orang ini dirawat di rumah sakit di Prefektur Kanagawa sejak awal Februari, kematiannya dikonfirmasi hari ini,” sebut Kato.

“Diduga orang ini menderita pneumonia yang disebabkan oleh novel coronavirus dan tes PCR pun dilakukan, setelah kematiannya baru dikonfirmasi bahwa hasil tesnya positif novel coronavirus,” imbuhnya.

Sejauh ini, otoritas Jepang mengonfirmasi 247 kasus virus corona di wilayahnya, termasuk 218 kasus dari sebuah kapal pesiar bernama Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama. Otoritas Jepang mengumumkan kematian pertama akibat virus corona ini, beberapa jam setelah mengonfirmasi 44 kasus tambahan dari kapal pesiar tersebut.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa nenek yang meninggal itu merupakan warga Prefektur Kanagawa dan tidak punya riwayat perjalanan ke Wuhan atau melakukan kontak dengan warga China dari wilayah tersebut. Otoritas kesehatan Jepang sedang menyelidiki bagaimana nenek ini terinfeksi virus corona, termasuk dugaan penularan antarmanusia.

“Terkait novel coronavirus — pada tahap ini kami tidak memiliki informasi cukup soal epidemiologis yang mengarah pada penyebaran virus di Jepang. Ke depan, kami akan mengumpulkan informasi epidemiologis, berkonsultasi dengan para pakar dan kemudian mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan di masa mendatang,” ucap Kato.

Dalam pernyataannya, Kato juga mengonfirmasi dua kasus baru di Jepang, yakni seorang sopir taksi berusia 70-an tahun di Tokyo dan seorang dokter berusia 50-an tahun yang bekerja di sebuah rumah sakit di wilayah Jepang bagian barat.

Baca juga !