izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Pengusaha Makanan dan Minuman Minta Impor Garam Ditambah – NagaBola.net
Fri. Oct 23rd, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pengusaha Makanan dan Minuman Minta Impor Garam Ditambah

1 min read

Seorang petani memanen garam di tambak miliknya di Kawasan Penggaraman Talise Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (19/3). Pemerintah menargetkan total produksi garam rakyat pada tahun 2017 ini sebesar 3,2 juta ton lebih rendah dari target tahun lalu yang mencapai 3,6 juta ton. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pd/17.

Jakarta,  Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengaku telah meminta Kementerian Perindustrian untuk menambah kuota impor garam industri sebanyak 250 ribu ton . Tambahan diajukan karena  pasokan garam industri impor sebanyak 300 ribu ton sudah nyaris habis.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman menuturkan industri makanan dan minuman (mamin) membutuhkan garam impor mencapai 550 ribu ton setiap tahunnya. Namun, tahun ini pemerintah hanya memberikan kuota sebanyak 300 ribu ton.

“Kami sudah mengajukan, kami sudah sampaikan stok kami terus nanti dirapatkan oleh pemerintah, belum putus hasilnya,” ucap Adhi, Rabu (17/7).

Ia berharap pemerintah mengiyakan permintaan pelaku usaha mamin untuk menambah kuota impor garam. Jika tidak, maka akan mempengaruhi keberlangsungan usaha industri tersebut.

“Seperti ini jangan dipersulit nanti ada inovasi tapi kalau tidak ada bahan baku sama saja bohong,” ujar Adhi.

Menurutnya, stok yang ada sekarang hanya akan bertahan sampai bulan depan. Untuk itu, industri mamin butuh kepastian secepatnya agar kelangsungan usaha tak berhenti karena kehabisan bahan baku.

“Kalau bahan baku habis ya produksi berhenti, kami tidak mau berhenti,” imbuhnya.

Ia menegaskan industri tak bisa menggunakan garam lokal lantaran kandungannya yang berbeda. Salah satunya, seperti kadar air garam lokal yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan yang impor.

“Karena kebanyakan dari stok yang ada sekarang di dalam negeri itu kadar airnya tinggi, kami butuh yang 0,5 persen,” pungkas dia.