Tue. Oct 20th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Raja Malaysia Turun Tangan di Tengah Seteru Muhyiddin vs Anwar Ibrahim

2 min read

Kuala Lumpur –

Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim tengah berseteru. Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah pun turun tangan.

Raja menyerukan para politikus di negara itu untuk tidak menyeret negara lebih jauh ke dalam ketidakpastian politik. Sultan Abdullah juga mendorong para politikus menyelesaikan masalah yang muncul melalui negosiasi dan proses yang konstitusional.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (16/10/2020), komentar Sultan Abdullah disampaikan di tengah perebutan kekuasaan antara Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Pergolakan terbaru mencuat sekitar 7 bulan setelah gejolak politik yang berakhir dengan Muhyiddin menjabat PM Malaysia.

Pekan ini, Anwar melakukan audiensi dengan Sultan Abdullah untuk membuktikan dirinya memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Namun audiensi lainnya di Istana Negara yang masih terkait klaim Anwar itu terpaksa dibatalkan karena penerapan pembatasan pergerakan untuk mengendalikan virus Corona (COVID-19) yang kembali meningkat di Malaysia.

Pergolakan politik terbaru ini terjadi saat Malaysia bergulat dengan perekonomian yang terpukul oleh Corona dan lonjakan kasus baru beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataan terbaru, Istana Negara menyarankan para politikus untuk menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan untuk memahami kekhawatiran publik.

“Mengenai perkembangan terkini dalam situasi politik negara ini, Yang Mulia menyarankan rakyat, khususnya para politikus, untuk bersama-sama memastikan bahwa negara ini tidak lagi diseret ke dalam ketidakpastian politik saat kita semua masih dihadapkan pada berbagai masalah dan masa depan yang sulit akibat ancaman epidemi COVID-19,” demikian pernyataan Istana Negara merujuk pada Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah.

Dalam pesannya, Sultan Abdullah juga mendorong pihak-pihak yang berselisih untuk menyelesaikan permasalahan melalui negosiasi dan proses hukum yang tertuang dalam Konstitusi Federal Malaysia.

Raja Malaysia memainkan peran seremonial dalam pemerintahan, namun bisa menunjuk seorang Perdana Menteri yang menurut pandangannya mendapat dukungan mayoritas. Pemerintahan baru biasanya dipilih dalam pemilu di Malaysia, namun Istana Negara memainkan peran dalam kasus-kasus tertentu.

Pada Februari lalu, Sultan Abdullah menunjuk Muhyiddin menjadi PM baru Malaysia setelah Mahathir Mohamad secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya dan pemerintahannya runtuh.

Baca juga !