Thu. Feb 20th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Rusun di Jakarta Akan Ditanami Tanaman Hidroponik, Buat Apa Sih?

2 min read

 Budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah atau hidroponik kembali di buat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kali ini hidroponik dibuat di Rumah Susun (Rusun).

Budidaya tanaman ini juga pernah dibuat di kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Balai Kota, dengan nama Balkot farm. Hidroponik kali ini dibuat di Rusun KS Tubun dan Jatirawasari, Jakarta Barat (Jakbar).

Program ini merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank DKI terhadap warga Jakarta. Wali Kota Jakbar, Rustam Effendi menyatakan kegiatan ini perlu diapresiasi.

“Bagi saya, apa yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat, patut kita dukung. Apa yang dilakukan Bank DKI sangat bermanfaat bagi warga rusun,” ujar Rustam dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2019).

Direktur Utama PT Bank DKI, Zainuddin Mappa mengatakan kebun hidroponik yang dibuat di Rusun dapat memberdayakan masyarakat. Bahkan, lebih jauh lagi, kebun hidroponik bisa dikembangkan untuk kegiatan usaha.

Budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah atau hidroponik kembali di buat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kali ini hidroponik dibuat di Rumah Susun (Rusun). (Suara.com/Fakhri)
Budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah atau hidroponik kembali di buat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kali ini hidroponik dibuat di Rumah Susun (Rusun). 

”Sehingga dapat menjadi stimulus bagi warga penghuni rusun untuk menjadi pengusaha tanaman sayuran hidroponik,” kata Zainuddin.

Menurutnya jika itu dilakukan, maka kebun hidroponik bisa melahirkan pengusaha di Rusun. Pihaknya juga menyatakan akan membuka memungkinkan mendukung dengan menyiapkan permodalan.

“Saya hitung-hitung dengan skala satu keluarga, bisa kita berikan permodalan. Nanti mereka tinggal bayar pengembalian pinjaman pokoknya dari hasil kebon yang mereka punya,” jelasnya.

Zainuddin juga menganggap dengan semakin banyaknya warga yang menjadi pengusaha tanaman hidroponik, maka kebutuhan sayur mayur di DKI Jakarta bisa terpenuhi. Dampaknya, kata Zainuddin, bisa terjadi pengendalian harga sayur mayur di Jakarta dengan pemanfaatan lahan kosong ini.

Peresmian ini juga dihadiri Kadin Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, Kepala UPRS KS Tubun dan Jatirawasari, Sarjoko. Kedepannya Zainuddin menyebut pihaknya berencana untuk membangun kebun hidroponik di delapan Rusunawa di Wilayah DKI Jakarta secara bertahap.

Baca juga !