Wed. May 27th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Sempat Jadi Zona Merah, Desa di Klaten Ini Tetap Gelar Salat Id Berjemaah

2 min read

Klaten –

Salat Idul Fitri berjemaah di wilayah RW 1, Desa Jlobo, Kecamatan Wonosari, Klaten berlangsung khusyuk. Khotbah dipercepat dan ditutup tanpa bersalaman satu sama lain.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (24/5), salat di RW itu dimulai pukul 06.30 WIB. Ada sekitar 50 orang jemaah yang salat Id di jalan dusun, sementara warga lainnya juga tampak salat di teras rumah.

Khotbah berlangsung sekitar 10 menit dan berisi imbauan agar para jemaah tetap tenang menghadapi virus Corona (COVID-19) serta mentaati protokol kesehatan. Salat Id ditutup dengan doa agar terhindar dari virus Corona dan tanpa saling bersalaman setelahnya.

Di RW ini sempat ditemukan kasus virus Corona. Meski sudah sembuh, warga tersebut juga tidak bergabung untuk salat berjemaah.

“Di sini tiga warga sudah sembuh dan satu masih dirawat. Yang sembuh tidak ikut salat sebab sedang isolasi di rumah 14 hari,” kata imam dan khatib salat Idul Fitri Hamzah, di RW 1 Desa Jlobo, Kecamatan Wonosari, Minggu (24/5/2020).

“Masyarakat sudah kondusif tapi masih ada sebagian yang takut. Masjid tidak mengadakan tapi yang mengadakan warga secara umum,” sambung Hamzah.Hamzah menuturkan salat Id berjemaah di kampungnya digelar secara mandiri bukan dari pihak pengurus masjid.

Dia menyebut di wilayahnya pernah menjadi zona merah virus Corona. Pelaksanaan salat Id berjemaah pun mengundang perdebatan, tapi tetap kondusif.

“Yang di rumah tidak memaksakan, yang di jalan sini juga tidak memaksakan. Semua memahami dan masyarakat kondusif,” jelas Hamzah.

Dia menambahkan usai salat berjemaah, warga langsung pulang dan membubarkan diri. Tak ada anjangsana di kampungnya.

“Meskipun tidak ditutup, warga sudah tahu aturannya. Tidak ada acara kunjungan ke rumah-rumah,” terang Hamzah.

Sementara itu, Camat Wonosari, M Nur Rosyid menjelaskan sejak awal di Desa Jlobo sudah diimbau agar salat Id di rumah. Meski begitu dia mengakui masih ada warganya yang salat berjemaah di luar rumah.

“Ada yang per dusun dan ada yang beberapa keluarga gabungan. Tapi semua menggunakan protokol COVID,” jelas Rosyid kepada detikcom.

Linmas berjaga di Desa Jlobo, Kecamatan WonosariLinmas berjaga di Desa Jlobo, Kecamatan Wonosari, Klaten (Achmad Syauqi/detikcom)

“Ada yang positif tetapi hasil rapid tes warga sekitar negatif. Tetapi tetap kita imbau saja untuk mentaati semua arahan pemerintah,” tambah Rosyid.Rosyid menuturkan sebelumnya di Desa Jlobo memang ada tiga warga yang positif Corona dan kini sudah sembuh. Kemudian ada seorang yang masih dirawat namun dari hasil rapid test nonreaktif.

Baca juga !