Thu. Mar 4th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Sentimen AS-China Mereda, Harga Emas Kurang Bertenaga

2 min read

Jakarta,  Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp766 ribu per gram pada Jumat (30/8). Posisi itu turun Rp5.000 dari Rp771 ribu per gram pada Kamis (29/8).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) turut menurun Rp6.000 dari Rp699 ribu per gram menjadi Rp693 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp410 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,21 juta, 5 gram Rp3,67 juta, 10 gram Rp7,28 juta, 25 gram Rp18,1 juta, dan 50 gram Rp36,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,2 juta, 250 gram Rp180,25 juta, 500 gram Rp360,3 juta, dan 1 kilogram Rp705,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas di perdagangan internasional sebesar US$1.534,2 per troy ons atau melemah 0,18 persen dari Kamis (28/8). Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot yang turut melemah 0,18 persen ke posisi US$1.524,91 per troy ons.

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan lonjakan harga emas dalam beberapa hari terakhir akan terhenti. Sebab, tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China kembali reda.

Sebelumnya, perang dagang antara kedua negara ekonomi terbesar pertama dan kedua di dunia itu sempat memanas lagi. Hal ini karena China berencana membalas kenaikan tarif bea masuk impor yang bakal dikenakan oleh pemerintah AS.

Namun, tensinya sempat mereda karena Presiden AS Donald Trump mengklaim ada sinyal negosiasi dengan China. Belakangan, kabar itu dibantah oleh pemerintah China, sehingga tensi perang semakin meningkat sampai akhirnya mereda kembali dengan sendirinya.

Kendati sentimen perang dagang mereda dan harga emas terkoreksi karena pelaku pasar cenderung mengurangi permintaan aset safe haven, namun Suluh melihat potensi kenaikan harga emas sejatinya masih ada.

“Koreksi yang terjadi seiring dengan naiknya harga emas hingga level US$1.550 di sesi sore kemarin, sebelum akhirnya menyentuh level terendah US$1.519 membuat koreksi 0,7 persen belum berpengaruh terhadap kenaikan emas pada Agustus sebanyak 8 persen,” terangnya kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, harga emas perlahan akan kembali bangkit (rebound) ketika melihat rilis data NFP AS yang akan keluar pada pekan depan. “Dari situlah nanti akan ketahuan seperti apa arah harga emas pada bulan September mendatang,” ujarnya.