Mon. Jul 13th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Serangan Udara di Suriah Timur Tewaskan 9 Orang

2 min read

Jakarta –

Serangan udara terjadi lagi di Suriah Timur. Serangan yang didukung Iran ini menewaskan 9 orang dalam 24 jam terakhir.

Dilansir dari AFP Senin (29/6/2020), observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris mengatakan Israel “kemungkinan bertanggung jawab” atas serangan di dekat perbatasan Irak.

Mereka datang beberapa jam setelah serangan serupa menewaskan enam pejuang yang didukung Teheran. Sehingga jumlah korban menjadi 15 tewas dalam 24 jam, menurut monitor.

Para pejuang yang tewas dalam serangan Minggu pagi sebagian besar adalah warga negara Irak, menurut kepala Observatory Rami Abdul Rahman.

Belum ada penjelasan terkait rincian operasinya di Suriah, tetapi mengatakan kehadiran Iran dalam mendukung Presiden Bashar al-Assad adalah ancaman dan bahwa mereka akan melanjutkan serangannya.Israel telah meluncurkan ratusan serangan di Suriah sejak dimulainya perang saudara pada tahun 2011. Mereka menargetkan pasukan pemerintah, pasukan sekutu Iran dan pejuang dari kelompok militan Syiah Libanon, Hizbullah.

Pada hari Sabtu, serangan udara juga menyalahkan Israel mengenai posisi-posisi milik pasukan rezim dan milisi yang didukung Iran di dekat perbatasan dengan Irak, kata Observatory. Empat warga Suriah termasuk di antara enam pejuang yang tewas dalam serangan itu, tambah monitor itu.

Serangan Sabtu terjadi hanya beberapa hari setelah serangan Israel di provinsi timur Deir Ezzor dan provinsi selatan Suweida menewaskan tujuh pejuang, termasuk dua tentara Suriah, menurut Observatory.

Pasukan ini telah menangkap empat orang karena dicurigai memberikan intelijen kepada Israel, monitor perang melaporkan pada hari Minggu, sesaat sebelum serangan terbaru.Kenaikan serangan telah memicu kekhawatiran di antara pasukan yang didukung Iran di Suriah timur bahwa agen-agen Israel mungkin berada di antara barisan mereka, kata monitor itu.

Perang di Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan menelantarkan lebih dari setengah populasi sebelum perang negara itu sejak 2011.

Baca juga !