Sat. May 30th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Twitter Uji Coba Fitur Batasi Balasan Cuitan

2 min read

Jakarta –

Twitter sedang menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membatasi balasan untuk cuitan yang dibuatnya. Pada awal tahun ini Twitter telah mengungkap fitur ini dan akan tersedia di platform dalam waktu dekat.

Dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (22/5/2020) nantinya pengguna yang mengikuti uji coba tersebut bisa memilih siapa saja yang bisa membalas cuitannya.

Ketika menuliskan cuitan, tag orang yang kalian perbolehkan untuk membalas cuitan tersebut. Setelah itu tap ‘permission settings’ yang ada di sudut kiri bawah.

Kalian kemudian akan melihat tiga opsi siapa saja yang bisa membalas cuitan yaitu dari semua orang, hanya dari orang yang diikuti, atau hanya dari orang yang di-mention.

Twitter

@Twitter

Testing, testing…

A new way to have a convo with exactly who you want. We’re starting with a small % globally, so keep your 👀 out to see it in action.

Jika pengguna membatasi balasan di cuitan, orang lain masih bisa melihat cuitan kalian dan memberikan like atau retweet. Tapi mereka tidak bisa sembarangan membalas cuitan tersebut jika tidak diizinkan.

Twitter akan memberi label untuk cuitan yang dibatasi balasannya, sehingga pengguna lain bisa langsung melihat jika mereka bisa membalasnya atau tidak.

Perusahaan besutan Jack Dorsey ini mengatakan fitur tersebut sedang diuji coba oleh sekelompok pengguna tertentu di seluruh dunia. Fitur ini diuji coba untuk platform Android, iOS dan web.

Pembatasan balasan di cuitan tentu bisa membantu mengurangi penyalahgunaan dan pelecehan di platform sertamembuat percakapan menjadi lebih mudah diikuti.

“Kami tentu saja memperhatikan vektor risiko ini,” tulis Beykpour dalam cuitannya.Tapi fitur ini juga bisa menciptakan ‘echo chamber’ di mana bias politik seseorang menjadi semakin kuat karena tidak ditentang dan mendapat kritik dari orang lain, terutama jika digunakan oleh politisi. Product Lead Twitter Kayvon Beykpour mengatakan pihaknya akan terus memantau risiko dari fitur ini.

“Kami juga yakin menekankan ketersediaan quote tweets (dan mudah melihatnya dengan tap label ‘Retweet’) sangat penting untuk memastikan kami menyeimbangkan kontrol yang kami berikan dengan counter-speech,” tambahnya.