Tue. Jan 21st, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Wall Street Melemah Merespons Rencana AS Pertahankan Tarif Impor China

2 min read

JAKARTA – Wall Street merosot pada akhir perdagangan 14 Januari 2020. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menjauh dari rekor tertinggi karena rencana AS mempertahankan tarif barang-barang China hingga setelah pemilihan presiden di bulan November.

Penghapusan tarif impor pada akhirnya akan tergantung pada kepatuhan China terhadap perjanjian perdagangan Fase 1, yang diperkirakan akan ditandatangani pada hari ini. Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum kehilangan posisi di perdagangan sore.

Wall Street telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh optimisme bahwa gencatan senjata dalam perang dagang Presiden Trump AS dengan China akan meningkatkan pendapatan perusahaan.

China telah berjanji untuk membeli barang-barang manufaktur dari Amerika Serikat senilai USD80 miliar selama dua tahun ke depan, dan lebih dari USD50 miliar lebih untuk pasokan energi, dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2020).

wall street

Mengawali musim pendapatan kuartal keempat, JPMorgan Chase & Co naik 1,2% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan pada kekuatan dalam perdagangan dan bisnis penjaminan. Saham Wells Fargo & Co jatuh 5,4% setelah melaporkan penurunan laba karena menyisihkan USD1,5 miliar untuk biaya hukum. Citigroup Inc naik 1,6% karena melampaui estimasi laba Wall Street.

Analis memperkirakan laba di perusahaan S&P 500 turun 0,5% untuk kuartal kedua berturut-turut, menurut data Refinitiv IBES, sebagian besar karena hambatan dalam energi dan pendapatan industri yang telah terpukul oleh perang perdagangan yang berkepanjangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,11% pada 28.939,67 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,15% menjadi 3.283,15. Nasdaq Composite turun 0,24% menjadi 9.251,33.

wall street

Saham FedEx menguat 1,8% setelah CNBC melaporkan bahwa Amazon telah mencabut larangan penjualnya menggunakan perusahaan untuk pengiriman darat. Delta Air Lines Inc naik 3,3% setelah laba kuartalan lebih baik dari perkiraan, didorong oleh pelanggan yang diperoleh dari pembatalan 737 MAX maskapai penerbangan saingannya.

Volume perdagangan saham AS mencapai 7,3 miliar saham, naik dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir yang sebesar 7,0 miliar saham.