Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

100-an Orang di Kuba Ditahan Usai Protes Anti-Pemerintah Komunis

1 min read

Havana –

Seratusan orang di Kuba ditangkap usai mereka melangsungkan protes anti-pemerintah. Mereka mengkritik kondisi krisis di mana terjadi lonjakan harga pangan dan kelangkaan obat.

Dilansir dari AFP, Rabu (14/7/2021), lebih dari 100 orang, termasuk jurnalis independen, dan pembangkang, telah ditangkap usai protes anti-pemerintah di Kuba. Pengamat dan aktivis menyebut beberapa masih ditahan pada Selasa (14/7) waktu setempat.

“Mereka membawanya dari rumah, diborgol dan dipukuli, tanpa baju, tanpa masker,” kata seorang wanita berusia 50 tahun.

“Mereka mengambil banyak orang dari lingkungan, tua, muda,” katanya.

Diketahui, pada Minggu (11/7), terjadi demonstran yang meneriakkan turunnya pemerintahan komunis di negara tersebut. Protes di 40 lokasi itu, dibubarkan oleh polisi.

lalu, pada Senin (12/7) malam sekitar 100 orang kembali berkumpul di Havana. Gerakan protes kebebasan berbicara San Isidro Kuba, menerbitkan daftar di twitter bahwa ada 144 orang yang ditahan atau dilaporkan hilang.

Unjuk rasa terjadi ketika negara itu mengalami krisis ekonomi terburuk dalam 30 tahun. Terjadi kekurangan listrik, makanan dan obat-obat kronis dan memburuknya pandemi virus Corona (COVID-19).

Krisis ekonomi yang mendekap Kuba sejak dua tahun terakhir semakin memburuk akibat pandemi. Rendahnya kinerja pemerintah di negeri dengan sistem satu partai itu kian melengkapi penderitaan warga. Tahun lalu, perekonomian Kuba menyusut 10,9 persen. Pada Juli 2021 saja, pemerintah mencatat kontraksi sebesar dua persen.

Akibatnya kelangkaan bahan pangan dan obat-obatan meruak. Warga harus mengantre selama berjam-jam buat membeli kebutuhan pokok, atau obat untuk yang sakit.

“Kami sudah muak dengan antrean dan kelangkaan. Sebab itu saya ada di sini,” kata seorang demonstran pria paruh baya kepada Associated Press.

 

Baca juga !