Sat. Oct 1st, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

23 Tentara Myanmar Tewas di Dekat Perbatasan China

2 min read

Naypyitaw –

Pertempuran berdarah terjadi antara tentara Myanmar dengan para pemberontak etnis di dekat perbatasan China. Pemberontak etnis mengklaim telah menewaskan sedikitnya 23 tentara Myanmar dalam pertempuran yang berlangsung selama beberapa hari itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/9/2021), Myanmar dilanda kekacauan setelah militer melancarkan kudeta pada Februari lalu, yang memicu unjuk rasa pro-demokrasi besar-besaran di berbagai wilayah negara itu. Junta militer Myanmar juga memperbarui pertempuran dengan pemberontak etnis di area-area perbatasan.

Pertempuran terbaru pecah di wilayah Mongko, Shan State, pada 28 Agustus lalu saat tentara Myanmar berupaya merebut sebuah pangkalan dari kelompok pemberontak etnis bernama Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA).

“Mereka datang untuk merebut pangkalan kami. Mereka banyak yang terluka saat kami menunggu di puncak gunung dan mereka ada di dasar. Kami menembaki mereka saat mereka datang,” tutur juru bicara MNDAA yang enggan disebut namanya kepada AFP.

Disebutkan juru bicara itu bahwa 15 tentara Myanmar tewas dalam pertempuran pada 28 Agustus dan delapan tentara Myanmar lainnya tewas dalam pertempuran pada 1 September. Dia menambahkan bahwa satu petempur MNDAA tewas.

AFP tidak bisa memverifikasi jumlah korban jiwa yang diklaim oleh MNDAA itu.

Dalam pernyataan pada Senin (30/8) lalu, militer Myanmar menyebut seorang perwira dan sejumlah personel lainnya dari pangkat berbeda tewas dalam pertempuran dengan MNDAA di Mongko pada 28 Agustus. Jumlah personel yang tewas tidak disebut lebih lanjut.

 

Militer Myanmar juga tidak menjawab pertanyaan soal pertempuran terbaru pada awal bulan ini.

Myanmar diketahui memiliki lebih dari 20 kelompok pemberontak etnis, yang kebanyakan menguasai wilayah di area perbatasan negara itu.

Perjuangan otonomi yang kacau dan perebutan kendali atas produksi obat-obatan terlarang serta sumber daya alam yang menguntungkan, telah memicu pertempuran antar kelompok pemberontak etnis itu, juga memicu pertempuran dengan militer pemerintah Myanmar.

Baca juga !