Tue. Dec 6th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Akhir Pelarian Otoniel Usuga Bos Gembong Narkoba Asal Kolombia

3 min read

Jakarta – Bos gembong narkoba asal Kolombia, Dairo Antonio Usuga atau yang dikenal dengan Otoniel akhirnya berhasil ditangkap. Otoniel ditangakp usai bertahun-tahun jadi buronan dengan tawaran hadiah bernilai fantastis.
Seperti dilansir The Guardian dan Associated Press, Minggu (24/10/2021) pemimpin geng penyelundupan narkoba terbesar di Kolombia, yang dikenal dengan sebutan Klan Teluk itu ditangkap di dekat salah satu markasnya daerah Necocli, Kolombia, dekat perbatasan dengan Panama.

Dalam potret yang dirilis pemerintah, Otoniel tampak diborgol dan dikelilingi oleh tentara.

Bagaimana perjalanan Otoniel hingga pelariannya berakhir dengan penangkapan? berikut ulasannya.

Awal perjalanan Otoniel bermula sebagai anggota kelompok gerilyawan kiri yang sekarang dikenal sebagai Popular Liberation Army atau Tentara Pembebasan Populer. Kemudian Otoniel berkhianat pada musuh dengan bergabung ke sebuah kelompok paramiliter sayap kanan.

Pada 2006, ketika milisi menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Kolombia, Otoniel menolak untuk melucuti senjata.

Dunia kriminal dan narkoba terus mendorong Otoniel hingga membuatnya mendirikan markas di wilayah Teluk Uraba sebagai markas narkoba utama yang dikelilingi oleh Samudra Pasifik dan Karibia di kedua sisinya.

Sebagai pemimpin Klan Teluk, Otoniel sangat ditakuti. Apalagi klan ini dikenal menguasai jalur penyelundupan kokain utama melalui hutan lebat di utara ke Amerika Tengah dan Amerika Serikat.
Diburu Pemerintah Kolombia-AS

Akibat perbuatannya, Otoniel masuk daftar pencarian orang Drug Enforcement Administration Amerika Serikat. Jika ada yang menemukannya, bakal mendapat hadiah senilai $ 5 juta. Sementara, Pemerintah Kolombia juga menawarkan hadiah hingga 3 miliar peso (sekitar $800.000) untuk informasi mengenai keberadaan Otoniel.

Pengadilan pertama Otoniel terjadi pada 2009. Di pengadilan federal Manhattan, dia dituduh atas kasus narkotika dan diduga memberikan bantuan kepada kelompok paramiliter sayap kanan yang ditetapkan pemerintah AS sebagai organisasi teroris.

Tak hanya itu, dia juga didakwa di pengadilan federal Brooklyn dan Miami atas tuduhan mengimpor sekitar 73 metrik ton kokain antara tahun 2003 hingga 2014 ke AS, melalui negara-negara seperti Venezuela, Guatemala, Meksiko, Panama, dan Honduras.

Pemerintahan Kolombia terus memburu Klan Teluk, namun Otoniel belum juga ditemukan. Nama otoniel kian dikenal sebagai bandit kelas kakap lantaran diduga melakukan perbuatan kejam hingga pelecehan seksual kepada perempuan di bawah umur.

Klan Teluk dianggap bertanggungjawab atas perdagangan narkoba, penambangan ilegal, dan pemerasan, yang menjadi penyebab utama terjadinya kekerasan nasional terburuk sejak penandatanganan pakta perdamaian dengan gerilyawan FARC pada 2016.

Pada 2017, Otoniel sempat menunjukkan wajahnya untuk pertama kalinya saat Paus Fransiskus berkunjung ke Kolombia. Otoniel juga sempat menawarkan perundingan dengan pemerintah dengan berjanji meletakkan senjata dalam sebuah unggahan video.

Tawaran Otoniel dibalas pemerintah Kolombia dengan mengerahkan 1.000 tentara untuk memburunya. Kini Otoniel yang diburu bertahun berhasil ditangkap.

Penangkapan Otoniel

Otoniel ditangkap di Necocli, Kolombia. Penangkapan buronan paling dicari ini diumumkan Presiden Kolombia, Ivan Duque.

“Ini adalah pukulan telak bagi perdagangan narkoba di negara kita pada abad ini,” kata Presiden Kolombia, Ivan Duque dalam sebuah pesan seperti dilansir AFP, Minggu (24/10/2021).

Ivan Duque menambahkan bahwa penangkapan pria berusia 50 tahun itu sebanding dengan jatuhnya Pablo Escobar, gembong penyelundupan narkoba Kolombia yang terkenal.

Atas bantuan Inggris dan Amerika Serikat, operasi penangkapan Otoniel dilakukan dengan mengerahkan sekitar 500 tentara yang didukung oleh 22 helikopter di Necocli. Dalam operasi penangkapan tersebut, 1 petugas kepolisian Kolombia tewas.

Kepala polisi Kolombia Jorge Vargas mengatakan selama konferensi pers bahwa pihak berwenang melakukan “operasi satelit penting dengan badan-badan Amerika Serikat dan Inggris.”

Otoniel disebut bersembunyi di hutan di wilayah Uraba, tempat asalnya, dan tidak menggunakan telepon hingga mengandalkan kurir untuk berkomunikasi.

“Takut pada pihak berwenang, dia tidur di sana di tengah hujan, tidak pernah mendekati daerah berpenghuni,” ungkap Vargas

Kolombia merupakan negara yang dikenal sebagai penyedia kokain terbesar di dunia. Di daerah-daerah terpencil di mana hanya ada sedikit kehadiran pemerintah, kelompok-kelompok kriminal seperti Klan Teluk, gerilyawan pembangkang FARC, dan pemberontak ELN saling bertempur untuk mengendalikan jalur perdagangan narkoba dan operasi penambangan ilegal di Kolombia.

Baca juga !