Thu. Oct 6th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Anggota DPR RI Seperti Meradang, Minta Bukti Jika Memang Brigjen Hendra Naik Jet Pribadi ke Jambi

4 min read

Desas-desus soal Brigjen Hendra Kurniawan naik jet pribadi yang diduga milik mafia judi “konsorsium 303” saat menemui keluarga Brigadir J di Jambi mendapat tanggapan dari Komisi III DPR RI. Pasalnya isu tersebut seolah jadi tindakan tak wajar yang dilakukan kepolisian saat menindaklanjuti kasus.

Terkait dengan isu perihal Brigjen Hendra Kurniawan menggunakan jet pribadi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa angkat bicara.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Tim Khusus Polri supaya menjelaskan dugaan keterlibatan nama RBT dan YS, dalam kasus Ferdy Sambo dan Konsorsium 303.

Hal itu terungkapnya pemakaian private jet oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam kaitan temuan uang Rp155 triliun oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dari judi online.

Dalam keterangan IPW yang dikutip dari Tribunnews.com, Brigjen Hendra diketahui pada 11 Juli 2022, diperintah atasannya Irjen Ferdy Sambo, yang saat itu Kadiv Propam Mabes Polri ke Jambi menemui keluarga Brigadir Yosua guna memberikan penjelasan atas kematian ajudannya tersebut.

Mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu bersama-sama Kombes Pol Agus Nurpatria, Kombes Pol Susanto, AKP Rifazal Samual Bripda Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu dan Briptu Mika menggunakan private jet yang menurut pengacara Kamaruddin sebagai milik seorang mafia berinisial RBT.

Oleh karenanya, IPW mencium aroma amis keterlibatan RBT dan Yoga Susilo dalam kasus Sambo dan Konsorsium 303. Lantaran, selain RBT, nama YS muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, sebagai Bos Konsorsium Judi Wilayah Jakarta.

“Mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu menggunakan�private jet�(ke Jambi), yang menurut pengacara Kamaruddin Simanjuntak milik seorang mafia berinisial RBT,” kata Sugeng melalui keterangan tertulis yang dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (19/9/2022).

Robert Priantono Bonosusatya bantah fasilitasi jet pribadi untuk Brigjen Hendra Kurniawan (HO)

Sugeng mengungkapkan, berdasarkan catatan IPW, sosok berinisial RBT tersebut adalah Ketua Konsorsium 303 Judi Online Indonesia. Selain itu, lanjut Sugeng, RBT tercatat sebagai Direktur Utama PT RBT, yang merupakan satu afiliasi dengan PT MMS, PT MBS, PT GCPI, dan PT PPSF.

“(RBT) bermarkas di kawasan Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri,” ucap Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengidentifikasi jenis private jet yang dipakai oleh Brigjen Hendra Kurniawan ketika terbang ke Jambi.

“Jet pribadi itu merupakan tipe Jet T7-JAB,” ujar Sugeng.

Terkait informasi tersebut, Desmond J Mahesa mengaku tak bisa berkomentar lebih jauh. Menurutnya, tuduhan-tuduhan tersebut haruslah dibuktikan terlebih dahulu.

“Saya tidak bisa berkomentar lebih karena sampai hari ini faktanya tuduhan-tuduhan yang harus dibuktikan dengan fakta-fakta lebih konkret,” kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022) dikutip dari Kompas TV

Desmond menuturkan hingga kini belum jelas soal apakah jet pribadi atau private jet itu disewakan atau diberikan untuk dipakai secara cuma-cuma. “Tuduhan ini apakah jet pribadi dipindahkan, atau disewakan belum jelas juga,” ucap Desmond.

Sugeng Teguh Santoso Ketua IPW saat dipanggil Komisi III DPR RI. (Ho/ Tribun-Medan.com)

Sebelumnya, Indonesia Police Watch ( IPW) mengungkap sosok orang yang diduga menyediakan jet pribadi untuk ditumpangi Brigjen Hendra Kurniawan, saat ke Jambi.

Ketua�IPW�Sugeng�Teguh�Santoso�mengatakan�Brigjen�Hendra�Kurniawan�terbang ke�Jambi�pada Senin (11/7/2022) atau 3 hari setelah insiden penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau�Brigadir�J.

Sugeng menuturkan, Brigjen Hendra terbang ke�Jambi�diperintah oleh atasannya saat itu, yakni Irjen Ferdy Sambo ketika masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Tujuannya, menemui keluarga�Brigadir�J�untuk memberi penjelasan atas kematian korban yang ketika itu disebut karena baku tembak dengan rekannya sesama ajudan, yaitu Bharada Richard Eliezer Pudihan Limiu atau Bharada E.

Ketika terbang ke�Jambi,�Brigjen�Hendra�Kurniawan�tak sendiri.

Menurut Sugeng, Brigjen Hendra ditemani oleh Kombes Agus Nurpatria, Kombes Susanto, AKP Rifazal Samual, Bripda Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu dan Briptu Mika.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pengacara�Brigadir�J, Kamaruddin Simanjuntak, sosok orang yang menyediakan�jet�pribadi�untuk Brigjen Hendra dan rombongannya adalah seseorang berinisial RBT.

Tak hanya RBT, ada nama lain yang juga diduga terlibat dalam menyediakan jet pribadi untuk Brigjen Hendra Kurniawan beserta rombongannya terbang ke Jambi.

Menurut Sugeng, sosok tersebut merupakan seorang berinisial YS. Menurutnya, YS adalah direktur utama salah satu perusahaan diduga terkait judi online.

Sebab, kata Sugeng, perusahaan tersebut muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303. Sugeng menyebut YS merupakan Bos Konsorsium Judi Wilayah Jakarta.

Atas dugaan keterlibatan kedua orang tersebut, Sugeng meminta kepada Tim Khusus atau Timsus Polri untuk menjelaskan peran RBT dan YS tersebut.

“IPW meminta Tim Khusus Polri membongkar peran RBT dan YS dalam kasus Ferdy Sambo dan Konsorsium 303,” kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya pada Senin (19/9/2022).

“Sekaligus bongkar perannya menyusul terungkapnya pemakaian private jet oleh�Brigjen�Hendra�Kurniawan�dalam kaitan temuan uang Rp 155 triliun oleh PPATK dari judi online.”

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengidentifikasi jenis private jet yang dipakai oleh�Brigjen�Hendra�Kurniawan�ketika terbang ke�Jambi.

“Jet pribadi itu merupakan tipe Jet T7-JAB,” ujar Sugeng.

Baca juga !