Mon. Dec 5th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

AS Izinkan Masuk WNA dari 26 Negara Mulai 8 November

3 min read

– Amerika Serikat akan mengizinkan masuk warga asing dari 26 negara yang sudah divaksinasi Covid-19 secara penuh via jalur udara mulai 8 November.
Juru bicara Gedung Putih Kevin Munoz melalui akun Twitter-nya, bahwa aturan baru tentang perjalanan ke dalam dan ke luar negeri itu “dipandu oleh [prinsip] kesehatan masyarakat, [dilakukan secara] ketat, dan konsisten.”

Gedung Putih pada 20 September sempat menyebut AS akan mencabut pembatasan pendatang via jalur udara dari 33 negara pada awal November, tanpa menyebut detail tanggalnya.

Mulai 8 November, Amerika Serikat akan menerima pendatang via jalur udara yang sudah divaksinasi penuh dari 26 negara anggota visa Schengen di Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Swiss, dan Yunani, begitu juga Inggris, Irlandia, China, India, Afrika Selatan, Iran dan Brasil.

Meski sudah menggelar pertemuan terkait kebijakan pencabutan kebijakan pembatasan udara, Kamis (14/10) malam, seorang pejabat menyebut Gedung Putih masih dihadapkan pada beberapa pertanyaan, termasuk soal anak-anak di bawah 18 tahun.

Gedung Putih, bulan lalu, mengatakan akan menerapkan persyaratan vaksin untuk warga negara asing yang bepergian dari semua negara lain.

Warga asing harus menunjukkan bukti vaksinasi sebelum naik pesawat dan mesti menunjukkan bukti tes Covid-19 negatif terbaru. Sementara, pendatang yang melintasi perbatasan darat tidak perlu menunjukkan bukti tes Corona.

Aturan baru ini juga tidak mengharuskan pengunjung asing atau warga Amerika yang memasuki negara itu untuk dikarantina lebih dulu.

Meski begitu, warga Amerika yang bepergian ke luar negeri masih harus menunjukkan bukti negatif Covid-19.

Kebijakan ini mengakhiri pelarangan bagi sebagian besar negara untuk memasuki Amerika Serikat yang diterapkan sebelumnya.

Pembatasan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu membuat jutaan pendatang dari China, Kanada, Meksiko, India, Brasil, sebagian besar negara Eropa dan lainnya tak bisa masuk.

Selain itu, pariwisata AS mengalami penyusutan, kerugian ekonomi masyarakat perbatasan.

Sejumlah sekutu AS sudah melobi pemerintahan Biden untuk mencabut aturan tersebut.

Pembatasan terhadap warga negara non-AS pertama kali diberlakukan terhadap pendatang dari China oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, Januari 2020. Kebijakan itu kemudian diperluas ke puluhan negara lain, tanpa batasan waktu yang jelas.

Akibat pembatasan itu, Departemen Transportasi AS, Jumat (15/10), melaporkan lalu lintas udara internasional AS turun 43 persen pada Agustus dan lalu lintas udara secara keseluruhan turun 21 persen dibandingkan sebelum pandemi.

Kepala Eksekutif Asosiasi Perjalanan A.S. Roger Dow mengatakan penurunan kunjungan internasional sejak pandemi mengakibatkan hilangnya pendapatan lebih dari US$250 miliar.

Ia juga menyebut bahwa 8 November “sangat penting untuk perencanaan – untuk maskapai penerbangan, untuk bisnis yang didukung perjalanan, dan untuk jutaan pelancong di seluruh dunia yang sekarang akan memajukan rencana untuk mengunjungi Amerika Serikat sekali lagi.”

Infografis PR Besar Menanti Joe Biden. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)
Perbatasan Darat
Gedung Putih sebelumnya lebih dulu mengumumkan akan mencabut pembatasan di perbatasan darat dan penyeberangan feri dengan Kanada dan Meksiko untuk warga negara asing yang divaksinasi penuh pada awal November, Selasa (12/10).

Sebaliknya, Kanada, pada 9 Agustus, sudah mulai mengizinkan warga AS yang divaksinasi penuh untuk masuk.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa Amerika Serikat akan menerima penggunaan vaksin Covid-19 yang disahkan oleh regulator AS atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Usai pengumuman rencana pencabutan larangan bagi para pendatang itu, saham maskapai penerbangan, hotel, dan industri pelayaran AS naik, termasuk American Airlines (AAL.O) yang naik 2 persen; Marriott International Inc (MAR.O) naik 3,7 persen; dan Carnival Corp (CCL.N), naik 1,6 persen.
Nick Calio, kepala eksekutif grup perdagangan industri penerbangan Amerika, menyebut maskapai penerbangan juga mengalami peningkatan penjualan tiket internasional dalam beberapa pekan terakhir.

“Pembukaan kembali penuh perjalanan internasional juga penting untuk menghidupkan kembali ekonomi di seluruh dunia, menghidupkan kembali komunitas dan mendukung jutaan pekerjaan di AS dan luar negeri,” ujarnya, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga !