Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

AS Tanggapi Laporan PBB soal Pelanggaran HAM Uighur: China Lakukan Genosida

2 min read

Amerika Serikat memberikan tanggapan terhadap laporan terbaru PBB tentang tindakan keras terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang pada Rabu (31/8).

AS menyambut baik laporan PBB itu. Mereka menilai, laporan ini semakin menguatkan dugaan mereka tentang genosida terhadap Uighur dan kelompok etnis lainnya di Xinjiang.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan laporan PBB ini semakin memperjelas perlakuan mengerikan China terhadap kelompok etnis dan agama minoritas.

“Laporan ini memperdalam dan menegaskan kembali keprihatinan serius kami mengenai genosida yang sedang berlangsung dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan otoritas Pemerintah China terhadap warga Uighur ang mayoritas Muslim,” kata Blinken dikutip dari Reuters.

“Dan anggota kelompok etnis dan agama minoritas lainnya di Xinjiang,” kata Blinken.

Sementara Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan mereka akan bekerja dengan sekutu dan mitra untuk menuntut China agar mengakhiri kekerasan di Xinjiang.

“Sangat penting bahwa keanggotaan penuh Dewan Hak Asasi Manusia memiliki kesempatan untuk secara resmi membahas temuan laporan ini sesegera mungkin,” kata Greenfield.

“Para pelaku kekejaman ini harus bertanggung jawab,” tutur dia.

Kamp penjara Uighur di Dabancheng, Xinjiang. Foto: Reuters/ Thomas Peter

Sebelumnya PBB merilis laporan hasil penyelidikan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kaum muslim minoritas Uighur di Xinjiang, China.

“Penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif China kepada warga Uighur dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang kemungkinan merupakan kejahatan internasional, khususnya terhadap kemanusiaan,” ungkap Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), Michelle Bachelet.

Laporan itu dirilis hanya beberapa menit sebelum masa jabatan yang telah diduduki Bachelet selama empat tahun itu berakhir.

Laporan itu juga dibuat berdasarkan hasil kunjungannya selama enam hari ke Xinjiang pada Mei lalu.

“Pelanggaran hak asasi manusia yang serius telah dilakukan di Xinjiang dalam konteks penerapan strategi kontra-terorisme dan kontra-ekstremisme pemerintah,” bunyi dari isi laporan PBB tersebut.

“Ada indikasi yang kredibel tentang pelanggaran hak-hak reproduksi melalui penegakan paksaan kebijakan keluarga berencana sejak tahun 2017,” sambung laporan itu.

Baca juga !