Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Balas Sanksi Barat, Rusia Sita Aset Warga Asing di Negaranya

2 min read

 JAKARTA – Deretan sanksi ekonomi mulai dirasakan Rusia usai aksi invasinya ke Ukraina.

Hal ini membuat pemerintah Rusia berinisiatif untuk membalas sanksi tersebut dengan cara menasionalisasikan aset asing di wilayahnya.

Dalam usulan yang disampaikan oleh mantan Presiden sekaligus pejabat tinggi keamanan Rusia, Dmitry Medvedev.

Pihaknya menyerukan perintah untuk para pejabat Rusia agar segera menerapkan nasionalisasi aset dengan cara menyita segala properti maupun dana asing, baik miliki perorangan atau perusahaaan yang berlokasi di Rusia.

Nantinya nasionalisasi aset akan berlaku bagi seluruh warga asing yang tinggal di wilayah Rusia termasuk aset properti dari rivalnya yaitu para imigran Amerika Serikat hingga Uni Eropa.

“Rusia harus simetris dengan penyitaan aset asing dan perusahaan asing dengan nasionalisasi properti orang-orang yang terdaftar di yuridiksi yang tidak bersahabat,” jelas Medvedev.

Mengutip dari Malta Today, munculnya kebijakan ini sebagai respon setelah adanya penyitaan aset asal Rusia di luar negeri, pemblokiran akses perbankan Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT, serta pembatasan kerjasama disektor keuangan dan teknologi.

Imbas dari adanya sanksi Barat tersebut, kini masyarakat Rusia terancam mengalami inflasi besar di negaranya, bahkan tindakan barat juga membuat anjloknya mata uang Rusia sebanyak 30 persen terhadap dolar AS.

Dampak inilah yang membuat Medvedev geram hingga melayangkan sanksi serupa. Meski tidak dijelaskan secara detail mengenai bentuk aset asing apa saja yang akan disita pemerintah Rusia, namun kebijakan diklaim mampu memukul ekonomi asing di negaranya.

Sebagai tambahan sebelumnya pemerintah Rusia telah menerapkan peraturan serupa, namun dikhususkan untuk mengincar pejabat negara yang melakukan tindakan korup.

Jika nantinya kebijakan menasionalisasi aset segera diterapkan maka Rusia tak lagi cemas, lantaran sudah memiliki pengalaman yang luas dalam mengatur perundang-undang kebijakan tersebut.

Baca juga !