Sat. Dec 10th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Bengkel di Ampenan Digerebek Polisi, Pemilik dan 2 Montirnya Ditangkap, Ini Pemicunya

2 min read

MATARAM – Kepolisian mengerebek bengkel di Kota Mataram, NTB danpengamankan pemilik serta dua montirnya.

Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama menyatakan, penggerebekan itu dilakukan karena adanya dugaan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan modus buka usaha bengkel variasi kendaraan.

Kompol Yogi mengungkapkan, modus peredaran ini terungkap setelah pihaknya menemukan barang bukti sejumlah klip plastik bening berisi sabu-sabu terselip dalam mesin kompresor di tempat usaha bengkel milik terduga pelaku MS (38).

“Barang bukti narkoba kami temukan dari hasil penggeledahan di lokasi. Barang bukti sudah dalam bentuk paket siap edar dibungkus dalam kantong plastik hitam diselipkan ke dalam mesin kompresor,” kata Kompol Yogi, Rabu (7/9).

Dengan menemukan barang bukti tersimpan rapi di dalam mesin kompresor, ia bersama anggotanya langsung menggiring pemilik usaha bengkel berinisial MS ke Polresta Mataram.

“Kami tangkap yang bersangkutan atas dugaan menjual narkoba jenis sabu-sabu,” ucap dia.

Ia menjelaskan, polisi menangkap MS ketika sedang berada di tempat usahanya di Ampenan, Kota Mataram, Rabu (7/9).

MS ditangkap bersama dua anak buahnya yang berprofesi sebagai montir berinisial MH (18) dan PS (27).

“Dua montir ini turut kami tangkap atas dugaan turut terlibat dalam penjualan sabu-sabu,” ujarnya.

Dari pemeriksaan, lanjut Kompol Yogi, modus penjualan narkoba berbentuk serbuk kristal putih ini terkesan khusus, hanya untuk pelanggan yang mereka kenal.

“Tidak sembarang mereka jual kepada orang, pelanggannya khusus, orang dikenal saja,” ucapnya.

Selain menyita barang bukti sabu-sabu dengan berat sedikitnya 5 gram, polisi mengamankan pula perangkat mengonsumsi sabu-sabu serta alat untuk mengemas paket siap edar, di antaranya sejumlah klip plastik yang masih kosong.

Turut terungkap bahwa MS dalam catatan kepolisian baru bebas menjalankan penahanan di Lapas Mataram karena kasus serupa, peredaran narkoba.

“Dia ini statusnya napi bebas bersyarat. Baru keluar, berulah lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yogi memastikan bahwa kasus ini masuk dalam pengembangan penyidikan.

Tujuan pengembangan ini untuk menelusuri peran pemasok.

“Siapa di atasnya ini? Identitasnya sudah kami dapatkan. Itu masuk dalam pengembangan dan penelusuran di lapangan,” katanya.

Meskipun kasus ini berpeluang untuk berkembang ke arah pemasok, dia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan terhadap MS bersama dua anak buahnya sudah menguatkan bukti adanya pelanggaran pidana.

Hal itu dijelaskan Kompol Yogi sesuai dengan aturan pidana pada Pasal 112 dan atau Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk penetapan sebagai tersangka, kami masih akan gelar perkara dahulu,” ujarnya.

Baca juga !