Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

2 min read

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir. Padahal negara itu masih bergulat dengan infeksi virus corona yang membunuh ratusan orang setiap hari. “Pandemi sudah berakhir,” kata Biden selama wawancara dengan program 60 Minutes CBS pada Rabu pekan lalu.

Benarkah klaim Biden itu? Hingga kini Amerika Serikat masih menerapkan darurat kesehatan masyarakat, yang pertama kali diumumkan pada Januari 2020 lalu. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) AS diperkirakan akan memperpanjang darurat kesehatan yang berakhir pada Januari 2023.

“Pandemi belum berakhir,” ujar koordinator respons Covid-19 Gedung Putih Ashish Jha baru-baru ini.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pekan lalu bahwa akhir pandemi Covid-19 sudah di depan mata. Namun dia menghimbau negara-negara untuk tetap waspada.

Virus yang pertama kali dideteksi di China pada akhir 2019 lalu ini telah menewaskan lebih dari 6,5 juta dan menginfeksi 608 juta orang lainnya. Menurut WHO, vaksin dan perawatan telah membantu menurunkan tingkat kematian. Sejak Maret 2020, kini kematian global akibat Covid-19 telah melandai.

Di Amerika Serikat sendiri, rata-rata hampir 400 orang per hari meninggal karena Covid-19, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Rata-rata lebih dari 4.300 orang yang dirawat di rumah sakit setiap harinya.

Pedoman masker CDC sejak Februari lalu telah menanggalkan aturan wajib masker bagi penduduk AS di dalam ruangan. Instansi pemerintah AS juga telah menghentikan persyaratan masker di gedung-gedung federal di wilayah Washington dan tempat-tempat lain dengan tingkat Covid-19 rendah atau sedang.

Pemerintah federal berhenti mewajibkan penggunaan masker di transportasi umum. Sebagian besar negara bagian juga telah mencabut persyaratan masker, termasuk New York.

Sebagian besar sekolah di seluruh negeri meninggalkan pembelajaran jarak jauh untuk kelas tatap muka. CDC mengatakan bulan lalu tidak akan lagi menginstruksikan karantina bagi orang yang terpapar virus, sehingga memudahkan guru dan siswa tetap berada di kelas.

CDC juga tidak lagi menganjurkan orang yang tidak divaksinasi untuk dikarantina setelah terpapar Covid-19. Sekitar 95 persen populasi AS telah divaksinasi, sudah terpapar virus Corona atau keduanya.

Baca juga !