Tue. May 24th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Bila Klaster Perkantoran Nambah, Siap-siap Total Kerja dari Rumah

2 min read

Jakarta –

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyinggung soal klaster perkotaan virus Corona (COVID-19). Menutur Tito, jika semakin meningkat, bisa-bisa bekerja dari rumah atau work from home (WFH) total.

Saat ini, kebijakan WFH adalah 75 persen. Namun, Tito menyebut terus melakukan evaluasi terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita akan lakukan evaluasi harian. Evaluasi harian, evaluasi mingguan. Evaluasi harian-mingguan ini kita lihat, kalau sekarang kan 75% working from home, masih terjadi dan klasternya di mana, klasternya kantor, bisa 100%,” kata Tito di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Selain itu, sektor lain bisa diperketat berdasarkan hasil evaluasi. Mulai dari soal dine in atau makan di lokasi tempat makan, sampai kerumunan.

“Kalau itu kerumunannya apa, kegiatannya, itu jadi penyumbang, selama itu kita lihat penyumbang kenaikan itu akan ditekan,” tambahnya.
“Kalau problemnya dine in yang sekarang 25% dan itu dine in jadi penyumbang terpenting, utama, dine in bisa 100%,” ujar Tito.

Selama PPKM, sebut Tito, pengetatan akan berlangsung lebih keras. Diharapkan, kasus penambahan kasus positif COVID-19 terus turun.

“Ini kita harus melakukan langkah-langkah pengetatan yang lebih keras untuk menghilangkan interaksi sosial, kerumunan itu saya kira detail-detail sudah ada sambil membangun kapasitas. Tujuan kita adalah agar terjadi penurunan kurva. Jangan sampai melebihi kapasitas kesiapan kesehatan selama 14 hari, mulai tanggal 11 Januari 2021 sampai 14 hari,” ungkapnya.

Dukungan dari Pemkot Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mendukung pernyataan dari Mendagri Tito Karnavian. Menurutnya, setiap kebijakan dari pemerintah pusat wajib diterapkan di daerah.

“Kalau kita sih menyambut baik sih ya, menyambut baik langkah yang dipersiapkan pemerintah pusat. Kita sedang mempersiapkan pelaksanaannya (vaksinasi) di tanggal 11-25 (Januari),” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, saat dihubungi, Jumat (8/1/2021).

Dedie menyinggung soal ketersediaan tempat ICU, untuk pasien COVID-19. ketersediaan ruang ICU di rumah sakit (RS) Bogor sudah semakin menipis.

“Dan ini memang kalau kita hanya mengandalkan sisi kuratif, kita, kelihatannya tidak akan mampu menangani dari sisi penanganan secara sisi kuratif. Tetapi dengan adanya langkah-langkah pencegahan seperti PPKM ini, tentu kita harapkan potensi-potensi penularan di kegiatan masyarakat yang selama ini masih berlangsung, bisa dikurangi semaksimal mungkin,” lanjut Dedie.”Karena memang kita memahami, menyadari juga kondisi penambahan jumlah kasus ini, pada akhirnya kita terkendala dengan jumlah tempat tidur di rumah sakit yang saat ini di Kota Bogor ICU dan ICCU-nya sudah mencapai 91 persen, tingkat keterisiannya,” ujarnya.

Baca juga !