Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Blinken Datang ke Pertemuan Menlu di Bali, Ajak Anggota G20 Boikot Rusia

3 min read

Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken akan hadir di Foreign Ministers’ Meeting atau FMM G20 Bali, Kamis dan Jumat, 7 – 8 Juli 2022. Selain mengikuti sesi utama tingkat menteri luar negeri G20 itu, Blinken diagendakan melakukan pertemuan bilateral.

Diplomat Utama AS untuk Asia Timur, Daniel Kritenbrink, menyampaikan, salah satu agenda bilateral Blinken di sela-sela acara G20 Bali adalah bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi. “Ini akan menjadi kesempatan lain, untuk menyampaikan harapan kami tentang apa yang kami harap dilakukan China dalam konteks Ukraina,” katanya dalam jumpa pers Departemen Luar Negeri AS, Selasa, 5 Juli 2022.

Sebelum invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, China dan Rusia mengumumkan kemitraan tanpa batas. China menolak untuk mengutuk tindakan Rusia dan mengkritik sanksi Barat yang luas. Para pejabat AS telah memperingatkan konsekuensi, termasuk sanksi, jika China mulai menawarkan dukungan material untuk upaya perang Rusia.

Washington juga khawatir suatu hari nanti China mungkin akan mencoba mengambil Taiwan dengan paksa, sama seperti Rusia menyerang Ukraina. Kritenbrink mengatakan, sangat penting bagi AS mempertahankan jalur komunikasi terbuka dengan China, “(Tujuannya) untuk memastikan bahwa kami mencegah kesalahan perhitungan yang dapat menyebabkan konflik dan konfrontasi secara tidak sengaja,” katanya.

Berbeda dengan China, selama di Bali, Blinken tidak akan berdialog dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, dalam konferensi pers yang sama memastikan, pihaknya tidak mengharapkan pertemuan dengan Lavrov.

Dalam sesi utama pertemuan G20 nanti, Blinken akan membawa isu pangan dan energi. Ia akan meminta negara-negara G20 mendesak Rusia mendukung upaya PBB untuk membuka kembali jalur laut untuk pengiriman gandum yang diblokir oleh perang Moskow di Ukraina. “Entah itu terjadi di tingkat G20, atau di tingkat masing-masing negara G20, itu poin penting yang akan disampaikan Menlu Blinken,” kata Price.

Konflik Rusia-Ukraina dinilai sangat berdampak pada meningkatnya ancaman krisis pangan dan energi global. Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari 2022, negara-negara Afrika disebut paling terpengaruh oleh krisis yang berkembang. Harga gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk, setelah Ukraina diserang, makin melonjak harganya.

Moskow menolak tuduhan yang menyebut pihaknya sengaja memblokir ekspor gandum dari Ukraina. Moskow sebaliknya menuding kenaikan harga pangan dan bahan bakar global disebabkan sanksi Barat yang dikenakan pada Rusia setelah operasi militer.

Perang di Ukraina juga telah menyebabkan dinamika di forum G20. Negara-negara Barat mengusulkan pada Indonesia sebagai presidensi G20 tahun ini agar tidak mengundang Presiden Vladimir Putin ke KTT Bali, setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Boikot terhadap Rusia pun terjadi di tingkat kementerian. Saat pertemuan Menteri Keuangan di Washington D.C. pada April lalu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen dan teman-temannya dari negara G7 seperti Kanada dan Inggris, walk out saat perwakilan Rusia berbicara.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva telah mengkonfirmasi Lavrov akan menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 di Bali. Ia menyatakan, Rusia tidak mau ambil pusing dengan ancaman boikot negara Barat dalam forum tersebut.

“Itu terserah perwakilan masing-masing negara. jika itu terjadi, maka kami menganggapnya sebagai upaya untuk menggagalkan pembicaraan yang substantif,” kata Dubes Rusia kepada Tempo belum beberapa waktu lalu.

Baca juga !