Sat. Oct 1st, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Bukber Kantor Desa di Sukabumi Ricuh, Kaca Jendela Pecah

3 min read

Sukabumi¬†–

Acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar di Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ricuh. Sejumlah warga sempat terlibat saling dorong, hingga kaca jendela kantor desa pecah.

Informasi yang diperoleh, persoalan itu bermula saat Kades Sukamulya, Dudun Ibrahim mengundang 100 orang untuk melaksanakan kegiatan kultum, bukber dan salat magrib berjamaah. Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB itu awalnya berjalan lancar.

Namun di tengah acara ada warga yang tiba-tiba datang dan menanyakan soal proyek yang akan dibangun di wilayah mereka. Proyek yang ditanyakan warga terkait rencana pembangunan kawasan industri di daerah mereka.

“Dalam rangka buka puasa, saya buka surat undangan 100 orang, yang diundang adalah, BPD, LPM para ketua RW, tokoh alim ulama, karang taruna dan Bumdes. Tiba-tiba ada oknum warga tanpa undangan, (tuntutannya apa) enggak tahu saya juga, yang dituntut masalah pembangunan kan belum ada pembangunan,” kata Dudun kepada wartawan.

Dudun menyesalkan terjadinya kericuhan tersebut, seharusnya menurut Dudun acara yang digelar Sabtu sore itu hanya sebatas acara bukber. Ada pun persoalan proyek, akan diumumkan secara terbuka di kegiatan lainnya.

“Mau segera dilaksanakan harus penataan dulu enggak langsung terburu-buru enggak. Persiapan itu, hanya mereka sampai meributkan sampai memecahkan kaca tolonglah dijaga jangan sampai begitu, kita tujuan buka puasa Pak. Oleh ustaz, MUI, BPD tiba-tiba ada yang menanyakan pembangunan, kata saya nanti saja setelah sesi yang lain. Negara kita negara hukum loh kalau ada apa-apa yang dibomingkan oleh mereka masa pemerintah kalah, pemerintah yang tangani nanti,” sambung dia.”Itu masalahnya kalau toh masyarakat hanya memberitahukan diundang, sebagai tokoh-tokoh dulu sebelum masyarakat. Nanti pihak proyek akan melaksanakan kegiatan maka diumumkan dulu diundang tokoh masyarakat dulu, kita kan lembaga kaitan nanti siapa saja yang kena nanti garapannya harus dipatok dulu mana yang garapan dipatok dulu baru perencanaan,” ungkapnya.

Dudun mengaku sempat emosi hingga menggebrak meja, terlebih yang menanyakan soal proyek tersebut adalah mereka yang tidak diundang dalam kegiatan tersebut.

Saya memukul meja, karena dia tidak diundang, membicarakan pembangunan kan bukan ranah tanya jawab di situ. Maka saya tolong nanti ada besok lagi, lusa kan nanti kita terbuka di situ. Dia ngotot terus ini mantan kades yang dulu, harapan saya kondusif, tidak ada oknum tidak ada yang menumpangi,” ujar Dudun.

Sementara itu, Ade Rosidin salah seorang warga yang berada di lokasi menyebut kedatangan sejumlah warga hanya ingin adanya keadilan terkait rencana pembangunan proyek tersebut. Ade menilai, kades tidak bisa mengakomodir harapan warganya.

Hingga saat ini situasi di sekitar kantor desa sudah kondusif, beberapa warga yang sempat terlibat kericuhan juga sudah diminta pulang oleh masing-masing tokoh masyarakat.

Baca juga !