Fri. Dec 2nd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Bule Duduk di Pelinggih Pura Teratai Bang Kebun Raya Minta Maaf, Ini yang Terjadi

2 min read

DENPASAR – Insiden warga negara asing (WNA) duduk di atas pelinggih pura yang disucikan umat beragama Hindu masih dibicarakan masyarakat.

Insiden ini heboh dipicu ungahan pemilik akun @dreamchaser_travelling di Instagram.

Pemilik akun mengunggah foto seorang bule menggunakan baju putih dan memakai sepatu duduk di pelinggih Pura Teratai Bang.

Pura ini diketahui berada di kawasan Kebun Raya Eka Karya Bali di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Unggahan itu spontan viral di media sosial.

Warganet Bali mengecam ulah sang bule yang dianggap tidak menghormati adat istiadat dan agama Hindu yang dianut masyarakat Bali.

Seusai membuat kehebohan, pemilik akun @dreamchaser_travelling membuat video permintaan maaf. Namun, permintaan maaf tidak cukup.

Aktivis perempuan Bali Ni Luh Djelantik minta pemilik akun @dreamchaser_travelling harus bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara pembersihan alias Ngaturang Guru Piduka.

Pasalnya, pengempon Pura Teratai Bang harus mempersiapkan Ngaturang Guru Piduka lantaran ulah sang bule yang belum diketahui identitasnya itu membuat leteh alias kotor.

“Yang bersangkutan harus bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara pembersihan yang harus dilaksanakan pengempon pura,” tulis Ni Luh Djelantik melalui akunnya di Facebook.

Menurutnya, pura di Bali sudah ada sejak ratusan tahun.

Informasi perihal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan juga banyak menyebar di berbagai platform media.

“Yang diperlukan saat ini bukan hanya menyalahkan mengapa warga Bali tidak pasang aturan di depan pura mereka.

Yang perlu dilakukan, turis sebagai tamu juga harus punya rasa tahu diri bahwa dia tidak sedang berada di dalam rumahnya, melainkan sedang berkunjung ke rumah orang ,” tulis Ni Luh Djelantik lagi.

Ni Luh Djelantik mengatakan perlu kesadaran dan inisiatif untuk mendapatkan informasi yang banyak berseliweran di sosial media, internet, apalagi kalau si turis punya cita-cita jadi blogger, influencer atau apapun itu namanya.

“Kami memaklumi ketidaktahuan turis jika melakukan pelanggaran dan rakyat Bali memiliki karakter pemaaf.

Tindakan turis di foto ini adalah salah.

Sebagai umat Hindu ada upacara pembersihan yang kami lakukan setelah pura kami diduduki,” tuturnya.

Bagi umat Hindu di Bali, kata dia, duduk diatas pelinggih adalah seperti buang air besar (BAB) di atas kepala orang tuamu, kakek nenekmu. Pertanyaannya, pantaskah ?

“Untuk para turis harus bisa menempatkan diri dan tahu diri bahwa berkunjung kemanapun adalah sama seperti kita datang ke rumah orang.

Kalian adalah tamu. Nikmati keindahan alam kami.

Namun, ingat untuk selalu cari informasi di setiap tempat yang kamu kunjungi,” paparnya.

Baca juga !