Sun. Dec 4th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Dengar Kasus Mutilasi di Papua, Jokowi ke Panglima TNI: Usut Tuntas!

2 min read

Presiden RI Joko Widodo angkat bicara terkait dengan kasus pembunuhan sadis terhadap empat orang warga sipil di Mimika, Papua dan melibatkan enam oknum prajurit TNI Angkatan Darat.

Presiden Jokowi menegaskan, siapa pun yang terlibat dalam kasus mutilasi tersebut harus diproses hukum dengan seadil-adilnya.

Bahkan, orang nomor satu di Republik Indonesia itu pun meminta kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk turun dan memastikan penegakan hukum di lingkungan TNI dapat berjalan dengan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Saya perintahkan kepada Panglima TNI untuk membantu proses hukum yang juga telah dilakukan oleh kepolisian, tapi dibackup oleh TNI sehingga kepercayaan masyarakat terhadap TNI tidak pudar. Saya kira yang paling penting usut tuntas dan proses hukum,” kata Presiden RI Joko Widodo disela-sela kunjungan kerja di Jayapura, Papua dari Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, 1 September 2022.

Sebagaimana diketahui, kasus mutilasi terhadap warga sipil di Papua itu kini menjadi perhatian publik. Kasus pembunuhan sadis itu awalnya terbongkar dari pihak kepolisian Polres Mimika yang pada hari Sabtu 26 Agustus 2022 lalu menemukan dua kantong/karung yang berisi jenazah di sebuah sungai di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.

Kedua jenazah itu ditemukan di dua lokasi berbeda dan dalam kondisi mengenaskan karena sudah dimutilasi ke dalam beberapa bagian.

Pihak kepolisian mengatakan, bahwa hasil laporan dari masyarakat ada empat warga yang dinyatakan hilang oleh pihak keluarga. Oleh karena itu, hingga saat ini aparat kepolisian bersama pihak terkait, termasuk TNI masih terus mencari jenazah lainnya yang hingga saat ini masih hilang.

Dalam kasus ini, aparat kepolisian telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, mereka adalah adalah APL, DU, dan R.

Sementara itu, dari jajaran Polisi Militer TNI Angkatan Darat sejauh ini telah melakukan penahanan dan menetapkan enam orang prajurit TNI Angkatan Darat sebagai tersangka karena diduga ikut terlibat dalam kasus mutilasi tersebut.

Keenam prajurit TNI Angkatan Darat itu adalah Mayor Inf HF, Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu R.

“Saat ini para tersangka ditahan di ruang tahanan Subdenpom XVII/C Mimika terhitung mulai hari Senin tanggal 29 Agustus sampai dengan 17 September 2022,” kata Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangan resmi yang diterima VIVA Militer beberapa waktu lalu.

Baca juga !