Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Dua Staf BPK Diduga Memeras 17 Puskesmas dan 1 RSUD di Kabupaten Bekasi

2 min read

Jakarta – Dua pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat diduga memeras 17 puskesmas dan satu RSUD di Kabupaten Bekasi. Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi yang mendapat informasi soal pemerasan ini menangkap keduanya, kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas mengungkapkan kronologis kasus yang berujung pada penangkapan dua pegawai BPK itu. Ia mengatakan kasus ini bermula saat BPK Perwakilan Jawa Barat melakukan pemeriksaan rutin pada Desember 2021.

“Kemudian terhadap temuan BPK Perwakilan Jawa Barat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, terduga pelaku APS meminta uang sejumlah Rp20 juta kepada masing-masing puskesmas dengan total 17 puskesmas dan Rp500 juta pada RSUD Cabangbungin,” katanya di Cikarang, Kamis, 31 Maret 2022 seperti dikutip dari Antara.

Ricky menuturkan pada Senin, 28 Maret 2022, APS menghubungi M untuk menyerahkan uang kepada BPK Perwakilan Jawa Barat. Saat itu dokter A dari Forum Puskesmas menyiapkan uang sejumlah Rp250 juta sedangkan dokter M dari RSUD Cabangbungin hanya mampu memberikan Rp100 juta. “Pihak RSUD Cabangbungin merasa takut namun hanya mampu memenuhi sejumlah Rp100 juta,” ucapnya.

Pada 29 Maret 2022, Tim Kejari Kabupaten Bekasi yang mendapatkan informasi terkait pemerasan oleh pegawai BPK Provinsi Jawa Barat ini menindaklanjuti hingga mengungkapkan kebenaran penyerahan uang sejumlah Rp350 juta kepada APS.

Sehari berselang tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi menggeledah kamar yang dihuni pegawai BPK tersebut di Apartemen Oakwood Kecamatan Cikarang Selatan. “Penyidik menemukan uang tunai dalam satu buah tas ransel warna hitam pecahan lima puluh dan seratus ribu di kamar HF berjumlah Rp350 juta,” katanya.

Menindaklanjuti hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi menangkap APS dan HF yang sedang melakukan pemeriksaan di ruangan BPKD Kabupaten Bekasi. “Kami langsung membawa keduanya ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk proses lebih lanjut,” kata dia.

Baca juga !