Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Duh! Kakek di Inggris Positif Corona Selama 10 Bulan Berturut-turut

2 min read

London –

Seorang kakek di Inggris dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) selama 10 bulan berturut-turut. Para peneliti menyebut kasus kakek berusia 72 tahun ini sebagai kasus infeksi Corona berkelanjutan terlama yang pernah tercatat di dunia.

Seperti dilansir AFP, Kamis (24/6/2021), Dave Smith (72) yang seorang pensiunan instruktur selam dari Bristol, Inggris bagian barat, menuturkan dirinya dinyatakan positif Corona sebanyak 43 kali, dirawat di rumah sakit sebanyak tujuh kali dan bahkan sudah merencanakan pemakaman untuk dirinya sendiri.

“Saya menyerah pada diri saya, sudah memanggil keluarga saya, berdamai dengan semua orang, mengucapkan selamat tinggal,” tutur Smith kepada televisi Inggris, BBC.

Istri Smith, Linda, yang melakukan karantina bersama suaminya di rumah, menuturkan bahwa: “Ada banyak momen ketika kami berpikir dia tidak akan melewatinya. Ini setahun yang luar biasa.”

Ed Moran, seorang konsultan penyakit menular pada Universitas Bristol dan pada North Bristol NHS Trust, menyebut Smith ‘memiliki virus aktif di dalam tubuhnya’ selama berbulan-bulan dia terinfeksi.

“Kami bisa membuktikan itu dengan mengirimkan sampel virusnya kepada mitra-mitra universitas yang berhasil menumbuhkannya, membuktikan bahwa itu bukan hanya produk sisa yang dipicu tes PCR tapi sungguh-sungguh virus yang aktif, terus hidup,” sebut Moran.

Beberapa waktu terakhir, Smith mengalami kesembuhan setelah menjalani perawatan dengan koktail antibodi sintetis yang dikembangkan perusahaan biotech Amerika Serikat (AS), Regeneron. Perawatan ini dilakukan atas dasar belas kasih untuk kasus Smith, namun diketahui bahwa perawatan semacam itu belum disetujui penggunaannya secara klinis di Inggris.

Hasil uji klinis yang dipublikasikan bulan ini menunjukkan perawatan tersebut mengurangi kematian di kalangan pasien Corona parah yang tidak mampu meningkatkan respons imunitas yang kuat.

“Rasanya seperti Anda mendapatkan kehidupan Anda kembali,” tutur Smith soal kesembuhannya dari Corona, kepada BBC.

Smith dan istrinya merayakan dengan membuka sebotol champagne saat dia akhirnya dinyatakan negatif Corona, sekitar 45 hari usai menerima perawatan obat Regeneron dan sekitar 305 hari setelah dia pertama kali terinfeksi Corona.

Perawatan terhadap Smith bukan bagian dari uji coba medis secara resmi, namun kasusnya kini tengah dipelajari oleh para virologi Andrew Davidson pada Universitas Bristol. Makalah tentang kasus Smith akan dibahas dari Kongres Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular Eropa pada Juli mendatang.

Davidson menyebut kasus Smith ini sebagai ‘infeksi terlama yang tercatat dalam literatur’.

“Di mana virus bersembunyi di dalam tubuh? Bagaimana virus bisa terus menginfeksi orang-orang? Kita tidak tahu itu,” ucap Davidson.

Smith diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru dan baru sembuh dari leukemia ketika terinfeksi Corona pada Maret 2020. Kepada The Guardian, Smith menuturkan bahwa sejak sembuh, dia masih mengalami sesak napas namun dia telah melakukan perjalanan di wilayah Inggris dan mengajari cucunya mengemudi.

“Saya sudah berada di titik terbawah dan semuanya bagus sekarang,” ucapnya.

Baca juga !