Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Erdogan Mau Ganti Konstitusi Turki, Target Rampung Tahun Ini

2 min read

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menargetkan perubahan konstitusi yang diajukan partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), dapat rampung sebelum akhir tahun ini.
Erdogan menyatakan bahwa target ini dapat tercapai jika AKP bisa berkonsiliasi dengan proposal konstitusi yang diajukan partai lain. Ia sendiri mengklaim bahwa proposal konstitusi yang diajukan AKP lebih demokratis.

“Jika kita bisa berkonsiliasi dengan usulan konstitusi partai-partai lain, kita bisa bekerja sama untuk menyelesaikan draf konstitusi sipil pertama Turki akhir tahun ini,” kata Erdogan dalam rapat anggota parlemen AKP, seperti dikutip Sabah Daily, Rabu (6/10).

Jika gagal bekerja sama, lanjutnya, maka AKP akan membuat regulasi sendiri berdasarkan pengalaman dan keahlian partai hingga pemilihan umum 2023.

Erdogan mengumumkan penyusunan konstitusi baru ini pada awal Februari lalu. Penyusunan konstitusi baru ini dilakukan kurang dari empat tahun setelah Erdogan merombak konstitusi sebelumnya yang kian memperbesar kekuasaannya sebagai presiden.

Sebagaimana dilansir Reuters, pernyataan Erdogan ini muncul beberapa pekan setelah Devlet Bahceli, pemimpin partai yang mendukung AKP, MHP, menyarankan perubahan konstitusi.

MHP menyarankan perubahan konstitusi untuk melarang partai yang pro-kelompok Kurdi, Partai Demokratik Rakyat (HDP), beroperasi dengan alasan separatisme. HDP mengecam niat tersebut yang dinilai mereka sebagai upaya membungkam enam juta pendukungnya.

Bahceli telah lama menjadi pengkritik HDP. Sama seperti Erdogan, Bahceli juga menuduh HDP berkaitan dengan kelompok Partai pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap Turki sebagai organisasi militan.

Dalam rapat kali ini, Erdogan pun mengkritik Partai Rakyat Republik (CHP)karena berniat mengubah pasal pertama dalam konstitusi. Ia juga mengkritik CHP karena diam-diam bekerja sama dengan HDP.

Tiga pasal pertama Konstitusi Turki menyatakan bahwa negara itu merupakan republik demokratis, sekuler, dan sosial yang diatur oleh supremasi hukum, dengan bahasa Turki sebagai bahasa resminya dan Ankara sebagai ibu kotanya.

Erdogan menegaskan bahwa pasal keempat konstitusi Turki menjamin ketiga poin awal itu tak dapat dibatalkan dan tidak bisa diubah.

“Apakah usulan untuk mengubah empat pasal pertama Konstitusi ide CHP atau pendapat pribadi Kemal Kılıçdaroğlu (ketua CHP)?” kata Erdogan.

Baca juga !