Fri. Sep 30th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Fakta-fakta Kondisi Myanmar Semakin Buruk 2 Bulan Usai Kudeta

2 min read

 

Kondisi di Myanmar akibat gejolak sosial politik selepas kudeta pada 1 Februari semakin memburuk.

Aparat keamanan Myanmar dilaporkan membunuh 114 orang warga sipil dalam rangkaian readyviewed unjuk rasa di sejumlah kota pada akhir pekan lalu.

Insiden itu disebut sebagai peristiwa paling berdarah sejak kudeta 1 Februari berlangsung.

 

Dua bulan setelah kudeta, kondisi di negara tersebut semakin nampaknya semakin memburuk. Berikut fakta-fakta demo di Myanmar.

Aparat Myanmar tembaki warga sedang melayat

Aparat Myanmar dilaporkan menembaki para pelayat yang menghadiri persemayaman jenazah seorang pengunjuk rasa di Bago, dekat Yangon, pada Minggu (28/3) kemarin.

Insiden itu terjadi saat warga melayat jenazah seorang mahasiswa, Thae Maung Maung (20), yang menjadi korban dalam aksi menentang kudeta.

Sampai saat ini belum diketahui apakah ada korban meninggal dalam kejadian tersebut.

Anak-anak dan remaja jadi korban kekejaman aparat Myanmar

Menurut laporan kantor berita Myanmar Now, 40 orang pedemo termasuk seorang gadis berusia 13 tahun tewas di Mandalay, dan 27 pedemo tewas di Yangon pada pekan lalu.

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun turut menjadi korban tewas kekejaman aparat Myanmar di Mandalay. Lalu, seorang anak berusia 13 tahun lainnya termasuk di antara yang tewas di wilayah Sagaing.

Pekan lalu, anak berusia enam tahun juga menjadi korban kekejaman militer Myanmar. Anak itu tewas ditembak saat berada dalam pelukan ayahnya.

Infografis Jerat Kasus Aung San Suu Kyi Usai Dikudeta(CNN Indonesia/ Basith Subastian)

Pemberontak ikut menentang kudeta di Myanmar

Pemberontak di Rakhine, Tentara Arakan (AA), mengaku siap bergabung dengan etnis lainnya untuk melawan kudeta militer Myanmar.

Mereka prihatin banyak orang yang tak bersalah ditembak dan dibunuh angkatan bersenjata militer Myanmar.

Pekan lalu, pemberontak Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) kembali menyerang militer Myanmar.

KIA juga merebut pangkalan militer Myanmar di daerah Alaw Buam di Dawphoneyan, negara bagian Kachin selatan, pada Kamis (25/3) pekan lalu pukul 04.00.

Pada pekan yang sama, lima tentara Tatmadaw dibunuh oleh Tentara Pembebasan Nasional Karen, yang berjuang untuk etnis Karen.

Ibu-ibu hingga pelajar Myanmar angkat senjata

Kalangan ibu-ibu hingga pelajar di Myanmar dilaporkan mulai berlatih menggunakan senjata api untuk melawan junta militer yang semakin kejam menghadapi para pedemo.

Para warga itu, termasuk perempuan, pelajar, aktivis, pekerja kantoran, hingga ibu-ibu, belajar cara mengisi senapan dengan peluru, menarik pelatuk granat, dan merakit bom molotov.

Menurut catatan Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) Myanmar, jumlah korban tewas dalam demonstrasi mencapai 459 orang, sementara yang ditangkap sebanyak 2559.

 

Baca juga !