Wed. Dec 8th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober, Naik ke Rp930 Ribu per Gram

2 min read

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam naik ke posisi Rp930 ribu per gram pada Kamis (28/10). Angka itu naik Rp1.000 dari perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp929 ribu per gram.
Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) yang menguat Rp2.000 menjadi level Rp819 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp515 ribu, 2 gram Rp1,8 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,42 juta, 10 gram Rp8,79 juta, 25 gram Rp21,86 juta, dan 50 gram Rp43,64 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,21 juta, 250 gram Rp217,76 juta, 500 gram Rp435,32 juta, dan 1 kilogram Rp870,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sedangkan, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX melemah 0,08 persen menjadi US$1.797,3 per troy ons. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot naik 0,08 persen ke US$1.798,26 per troy ons pada pagi ini.

Pengamat Komoditas Ariston Tjendra menyatakan penguatan tipis tersebut didukung oleh menurunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, terutama untuk tenor 10 tahun yang turun ke bawah kisaran 1,6 persen.

“Selain itu, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi masih mendukung kenaikan harga emas,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, Ariston menyebut pasar masih mewaspadai kebijakan pengetatan moneter AS yang bisa mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas. Sebagai pengingat, bank sentral AS akan mengumumkan kebijakan terbarunya pada 4 November mendatang.

Data lain yang perlu diperhatikan, lanjut dia, adalah rilis data PDB kuartal ketiga AS yang akan disampaikan pada pukul 19.30 WIB.

“Data ini bisa menjadi penggerak harga emas. Data yang lebih bagus dari proyeksi bisa memicu penguatan dolar AS dan menekan harga emas dan sebaliknya. Ekonomi yang pulih bisa mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat,” jelasnya.