Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Harga Minyak Dunia Melonjak Dipicu Gangguan Ekspor Rusia dan Kazakhstan

2 min read

 Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Hal ini disebabkan adanya gangguan pada ekspor minyak mentah Rusia dan Kazakhstan melalui pipa Caspian Pipeline Consortium (CPC), yang menambah kekhawatiran semakin ketatknya pasokan global.

Mengutip CNBC, Kamis (24/3/2022), harga minyak mentah berjangka Brent naik 5,3 persen menjadi di level 121,60 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 5,18 persen ke level 114,93 dollar AS per barrel.

“Ekspor minyak mentah dari terminal CPC Kazakhstan di pantai Laut Hitam Rusia berhenti sepenuhnya pada Rabu kemarin, setelah terjadi kerusakan yang disebabkan oleh badai besar dan cuaca buruk yang terus berlanjut,” kata seorang agen kapal pelabuhan dan kepala CPC.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak bahkan mengatakan, bahwa pasokan minyak oleh CPC mungkin benar-benar dihentikan hingga dua bulan ke depan.

Pipa CPC merupakan jalur pasokan yang signifikan untuk pasar global, membawa sekitar 1,2 juta barrel per hari dari minyak mentah utama Kazakhstan, yang menyumbang 1,2 persen dari pasokan minyak mentah global.

Situasi tersebut menambah kekhawatiran pasar tentang dampak sanksi dari negara-negara Barat terhadap Rusia setelah karena invasinya ke Ukraina. Amerika Serikat (AS) dan Kanada telah melakukan embargo minyak Rusia, serta Inggris mengurangi impor minyak Rusia, sementara Uni Eropa tengah membahas kemungkinan ikut melakukan embargo.

Rusia sendiri merupakan pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia dengan berkontribusi 7 persen dari total minyak global. Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu memasok 4-5 juta barrel minyak mentah setiap harinya di pasar global.

Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan lebih banyak sanksi Rusia ketika ia bertemu dengan para pemimpin Eropa pada Kamis waktu setempat di Brussels, Belgia, termasuk pertemuan darurat Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Hingga saat ini negara-negara Uni Eropa masih terpecah tentang apakah akan bergabung dengan AS dalam melakukan embargo pada minyak Rusia, lantaran beberapa negara masih sangat bergantung pada minyak Rusia.

“Ada konsensus yang berkembang, larangan de facto atas pembelian minyak Rusia telah mengakibatkan gangguan pasokan 2-3 juta barrel per hari, dan sampai dunia dapat menemukan cara untuk mengganti minyak itu, harga akan naik lebih tinggi sampai penghancuran permintaan terjadi,” kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.

Adapun menurut data pemerintah AS, stok minyak mentah negaranya turun 2,5 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi adanya kenaikan moderat. Produsen di AS telah didorong untuk melakukan pengeboran, namun produksi minyak mentah tetap datar di 11,6 juta barel per hari selama tujuh minggu berturut-turut.

Baca juga !