Sat. Dec 10th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Horor di Malam Halloween, 149 Tewas Terinjak-Injak di Seoul

3 min read
TEMPO.COJakarta – Perayaan Halloween menjadi malam penuh horor di wilayah hiburan malam Itaewon, Korea Selatan. Sedikitnya 149 orang tewas dalam insiden ketika kerumunan besar yang merayakan Halloween menyerbu ke sebuah gang di Seoul, pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022.

Lebih dari 150 lainnya terluka dalam kejadian di distrik Itaewon itu, kata Choi Sung-beom, kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan.

Banyak dari yang terluka berada dalam kondisi serius dan menerima perawatan darurat, kata para pejabat.

Ini adalah acara Halloween pertama di Seoul dalam tiga tahun setelah negara itu mencabut pembatasan Covid-19 dan jarak sosial. Banyak pengunjung pesta mengenakan topeng dan kostum Halloween.

Beberapa saksi menggambarkan kerumunan menjadi semakin tidak terkendali saat malam semakin larut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.20.

“Sejumlah orang jatuh selama festival Halloween, dan kami menemukan banyak korban,” kata Choi. Banyak dari mereka yang tewas berada di dekat klub malam.

Banyak dari korban adalah wanita berusia dua puluhan, kata Choi.

Saksi mata menggambarkan adegan kacau beberapa saat sebelum ribuan orang berlarian ke arah gang sempit. Meski ada polisi berjaga di acara Halloween itu, namun mereka kesulitan mengendalikan kerumunan.

Moon Ju-young, 21 tahun, mengatakan ada tanda-tanda masalah yang jelas di gang-gang sebelum insiden itu.

“Setidaknya 10 kali lebih ramai dari biasanya,” katanya kepada Reuters.

Rekaman media sosial menunjukkan ratusan orang yang memadati gang sempit dan curam itu berdesakan dan tidak bisa bergerak ketika petugas darurat dan polisi berusaha menarik mereka untuk lepas dari kerumunan.

Video lain menunjukkan adegan kacau ketika petugas pemadam kebakaran dan warga merawat puluhan orang yang tampaknya tidak sadarkan diri.

Petugas pemadam kebakaran dan saksi mata mengatakan orang-orang terus berduyun-duyun ke gang sempit yang sudah penuh sesak. Ketika orang-orang di puncak jalan yang miring itu jatuh, membuat orang lain di bawah mereka terguling di atas yang lain.

Seorang wanita yang tidak disebutkan namanya mengatakan dia adalah ibu dari seorang yang selamat. Ia mengaku putrinya dan yang lainnya terjebak selama lebih dari satu jam sebelum ditarik dari kerumunan orang di gang.

Seorang saksi mata mengatakan, puluhan korban tewas ditempatkan di sebuah bangunan sebelum dibawa dengan tandu beroda dipindahkan ke fasilitas pemerintah untuk mengidentifikasi mereka.

Lusinan bar dan restoran di distrik Itaewon, yang populer di kalangan anak muda Korea Selatan dan ekspatriat, dihias untuk Halloween setelah bisnis mengalami penurunan tajam selama tiga tahun pandemi.

“Anda biasa melihat kerumunan besar saat Natal dan kembang api … tapi ini beberapa kali lipat lebih besar dari semua itu,” kata Park Jung-hoon, 21 tahun, kepada Reuters dari tempat kejadian.

Orang asing termasuk di antara mereka yang dipindahkan ke rumah sakit terdekat.

Ucapan duka dari seluruh dunia

Sejumlah pemimpin dunia mengucapkan duka atas insiden ini.  “Semua pikiran kami dengan mereka yang saat ini menanggapi dan semua warga Korea Selatan pada saat yang sangat menyedihkan ini,” kata Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dalam akun Twitter-nya

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, “Kami mengirimkan pikiran dan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan teman-teman yang meninggal dan terluka, serta kepada orang-orang (Korea Selatan) karena mereka berduka atas tragedi mengerikan ini.”

Dengan meredanya pandemi Covid, jam malam di bar dan restoran dan batas 10 orang untuk pertemuan pribadi dicabut pada bulan April. Wajib pakai masker di luar ruangan dicabut pada bulan Mei.

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, memimpin pertemuan darurat dengan pembantu senior dan memerintahkan satuan tugas dibentuk untuk merawat yang terluka, serta meluncurkan penyelidikan menyeluruh penyebab bencana.

 

Baca juga !