JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (14/7). IHSG melanjutkan pelemah ke posisi 6.632,40 setelah terpangkas cukup tajam pada penutupan perdagangan kemarin.

Penurunan saham sektor energi dan tambang menjadi pemberat IHSG dengan MDKA terkoreksi 3,32 persen, ANTAM turun 2,92 persen dan ITMG turun 1,85 persen. Selain itu saham bank turut berkontribusi dengan AGRO melemah 4,76 persen dan BBRI turun 0,49 persen.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan pelemahan IHSG sejalan dengan bursa AS yang kompak memerah pada perdagangan semalam. “Pelemahan ini merespons data inflasi AS yang tercatat sebesar 9,1 persen yoy pada Juni 2022, melebihi perkiraan,” kata Maxi, Kamis (14/7).

DJIA ditutup melemah 0,67 persen, S&P 500 turun 0,45 persen, sementara Nasdaq terkoreksi 0,15 persen. Bursa Eropa juga melemah setelah diumumkannya tingkat inflasi AS. Di sisi lain Inggris melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5 persen YoY pada Mei 2022, di atas perkiraan analis.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks berpeluang mengalami penurunan dalam pola konsolidasi, dari candle three black crows & closed di bawah 5 day MA.

“Trend bearish, selama di bawah 6.856, berpeluang penurunan lebih lanjut,” kata Andri.

Menurut Andri, level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di posisi 6.686/ 6.734/ 6.767 dan 6.796. Sedangkan untuk level support berada di posisi 6.602/ 6.559/ 6.509 dan 6.462. IHSG diperkiraan bergerak direntang 6.580- 6.700.

Melihat berbagai sentimen tersebut, BNI Sekuritas menyampaikan investor dapat mencermati beberapa rekomendasi saham. BMRI direkomendasikan SELL jika break below pada posisi 7.275 dengan target 7.050/ 6.950 dan stop loss di atas 7.450.

Saham UNTR direkomendasikan BUY on Support dengan target 28.850/ 29.450 dan stop loss di bawah 26.125. PTBA direkomendasikan BUY di atas 4.030 dengan target 4.100/ 4.140 dan stop loss di bawah 3.950. Saham TOWR direkomendasikan BUY pada posisi 1.120-1.140 dengan target 1.200/ 1.230 dan stop loss di bawah 1.075.