Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

IHSG Pekan Depan Diprediksi Melemah Lagi, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik

2 min read

JAKARTA. IHSG pekan depan diprediksi masih berada dalam tren pelemahan. IHSG diprediksi masih akan melanjutkan tertekan sejumlah sentimen seperti yang terjadi pada sepekan terakhir.

Analis Phillip Sekuritas Helen memprediksi IHSG memiliki kecenderungan melemah pada minggu depan.

Helen menambahkan, beberapa faktor yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG minggu depan ada kebijakan moneter The Fed, data ekonomi global, serta pergerakan harga komoditas.

Sementara dari dalam negeri, IHSG akan dipengaruhi oleh adanya antisipasi rilis kinerja emiten dan hasil RDG Bank Indonesia yang akan digelar Rabu-Kamis 20-21 Juli 2022 menjadi faktor berpengaruh lain.

“Secara teknikal, pergerakan IHSG sepekan depan support di 6.512 resistance di 6.860,” kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (15/7).

Dengan kondisi IHSG masih dipengaruhi sejumlah sentimen yang memberatkan, ia cenderung menjagokan saham-saham blue chips untuk dilirik pada pekan depan. Harganya yang cukup tertekan bisa menjadi pertimbangan investor.

Di sisi lain, analis MNC Sekuritas Aqil Triyadi juga memproyeksikan IHSG masih akan terkoreksi. Secara teknikal ia juga melihat IHSG akan menguji level support di 6.559, sementara level resistance di 6.766.

Beberapa sentimen penyetir IHSG pekan depan, menurut Aqil adalah dari AS yang menanti rilis data penjualan rumah Juni 2022, kemudian rilis data inflasi Inggris serta pengumuman suku bunga ECB. Dan sentimen dari dalam negeri adalah kebijakan suku bunga BI.

Adapun beberapa saham yang disarankannya pekan depan ada ADMR dengan rekomendasi buy on weakness Rp 1.480-Rp 1.530 per saham, resistance Rp 1.795 per saham, Rp 1.880 per saham, dan sell below Rp 1.480 per saham.

Kemudian ABBA bisa buy on weakness di Rp 216-Rp 226 per saham, resistance Rp 256 per saham, Rp 264 per saham, dan sell below Rp 210 per saham.

Untuk BBYB direkomendasikan buy on weakness di Rp 1.170-Rp 1.230 per saham, resistance Rp 1.355 per saham, Rp 1,480 per saham. Lalu sell below Rp 1.130 per saham.

Sebagai informasi, IHSG melemah 1,31% ke level 6.651,90 selama sepekan lalu. Pelemahan yang terjadi pekan lalu didorong oleh rilis data inflasi AS yang naik 9,1% yoy yang memunculkan kekhawatiran akan adanya resesi ekonomi AS. Adapun katalis penekan lainnya adalah data PDB China kuartal II 2022 yang tumbuh melambat menjadi 0,4% yoy.

Baca juga !