Thu. Sep 29th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ini Pernyataan Anies soal Pilgub DKI 2024 yang Picu Tuduhan Cari Simpati

3 min read

Jakarta – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal isu Pilgub 2024 dalam sebuah forum yang digelar PAN memicu tuduhan hanya untuk mencari simpati. Seperti apa pernyataan Anies itu?
Anies saat menjadi pembicara dalam Forum Workshop Nasional PAN di Bali, Senin (4/10/2021). Dilihat detikcom, Anies mulanya berbicara perihal membangun kesetaraan melalui program kerja yang digulirkan selama 4 tahun menjabat sebagai Gubernur DKI.

Setelah itu, Anies mulai menyinggung soal perubahan rencana semenjak Pilgub DKI diundur ke 2024. Anies menyiratkan akan maju lagi jika Pilgub DKI digelar pada 2022.

“Jadi, di Jakarta selama 3-4 tahun, semua saya konsentrasikan pada itu. Dulu rencananya, nanti tahun terakhir baru mulai kampanye. Ternyata nggak ada pilkada tahun depan, nggak ada pilkada. Jadi ya sudah kita kerja terus aja, gitu kan, nggak ada kampanye tahun depan,” tutur Anies.

Anies membeberkan akan mempersiapkan maju di Pilgub DKI pada tahun keempat menjabat gubernur. Tapi, karena Pilgub DKI diundur ke 2024, Anies membatalkan rencananya.

“Kan programnya gini, tiga tahun pertama kerja eksposur besar, tahun keempat mulai mendekati, maka dari itu ada survei dan lain-lain. Baru masuk tahun keempat dan tahun kelima persiapan untuk pilkada. Kalau pilkadanya nggak ada, ya sudah kita terusin aja kerja sampai akhir,” jawabnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Anies Baswedan berhenti berbohong soal isu Pilgub DKI 2024. Prasetio menyebut Pilgub DKI diundur ke 2024, bukan 2022, merupakan amanat undang-undang (UU).

“Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Gubernur Anies Baswedan berhenti berbohong dengan seakan pemerintah pusat sengaja memundurkan Pemilihan Gubernur sampai 2024. Sebab, pelaksanaan pilgub diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, yang disahkan setahun sebelum Anies menjadi gubernur,” demikian bunyi keterangan tertulis Prasetio, Sabtu (9/10).

Prasetio mengatakan masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI berakhir pada 2022 dan kemudian Pilgub DKI digelar pada 2024. Untuk mengisi kekosongan jabatan, pemerintah bakal menunjuk seorang penjabat.
Anies Disebut Mau Cari Simpati Pilgub DKI 2024

Tudingan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang meminta Gubernur Anies Baswedan berhenti berbohong soal Pilgub 2024 terus berlanjut. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan sejak awal ucapan Anies soal Pilgub diundur menjadi 2024 multitafsir.

“Pernyataannya Pak Anies menimbulkan persepsi seolah-olah diundur ke 2024 ada motif lain. Padahal Anies sudah tahu, sebelum mencalonkan diri sebagai Cagub DKI Jakarta, UU Pemilu sudah disahkan. Jadi harusnya Pak Anies paham betul soal Pemilu DKI Jakarta tidak dilaksanakan tahun 2022, tetapi tahun 2024,” kata Gembong kepada wartawan, Senin (11/10).

Gembong menuturkan sejak awal waktu pelaksanaan Pilgub telah diatur melalui Undang-Undang Pilkada. Jadi, dia menilai keluhan Anies mengisyaratkan maksud lain.

“Jadi (Anies) kura-kura dalam perahu gitu loh. Sebenarnya sudah tahu gitu lho, siapa pun, tidak hanya Pak Anies, siapa pun waktu Pilkada 2017 memenangkan pertarungan DKI Jakarta, mereka pasti sudah tahu bahwa pemilu selanjutnya tidak dilaksanakan pada 2022. Sudah tahu itu. Kapan dilaksanakannya? Sesuai jadwal tahun 2024,” tegasnya.

Soal tudingan Anies berbohong, Gembong menganggap tak ada yang salah dengan pernyataan Prasetio. Dia justru mempertanyakan balik alasan Anies mengungkit-ungkit Pilgub diundur di dalam suatu forum.

“Setiap orang kan boleh menyampaikan pendapatnya, alam demokrasi sah-sah saja. Tapi apa yang salah dengan yang disampaikan mas Pras itu? apa yang salah? Jadi sebetulnya dibolak-balik, podo wae. Kalau mau ditanya, Pak Anies kenapa ngeluh tahun keempat saya mestinya kampanye kenapa ngeluh? Wong sudah tahu jadwalnya. Itu seolah-olah mengeluh. Kalau mengeluh kan dia akan mendapatkan simpati. Sebenarnya yang mau dicapai itu,” sambungnya.

Baca juga !