Mon. Dec 5th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Iran Bebaskan Dua Warga Inggris Setelah Pembayaran Utang Rp7,4 Triliun

2 min read

Jakarta -Pekerja amal warga Inggris keturunan Iran Nazanin Zaghari-Ratcliffe dan Anoosheh Ashoori tiba di Inggris dari Iran pada Kamis 17 Maret 2022.

Zaghari-Ratcliffe akhirnya dibebaskan setelah enam tahun dipenjara Iran, dan menjadi alat tawar dalam pembicaraan Iran dengan Barat mengenai program nuklir Teheran.

Mereka tiba di pangkalan udara militer Inggris Brize Norton di Oxfordshire, sekitar Kamis pukul 1 pagi waktu setempat, setelah terbang kembali melalui persinggahan singkat di Oman. Mereka turun dari pesawat bersama-sama dan tersenyum serta melambai saat memasuki gedung bandara.

“Ini benar-benar 48 jam yang sulit,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss tak lama setelah Zaghari-Ratcliffe dan Ashoori tiba di pangkalan. “Harapannya adalah mereka akan dibebaskan, tetapi kami tidak yakin sampai menit terakhir. Jadi ini sangat emosional tetapi juga momen yang sangat membahagiakan bagi keluarga.”

Perdana Menteri Boris Johnson merayakan pembebasan pasangan itu di Twitter sehari sebelumnya.

“Saya sangat senang untuk mengonfirmasi bahwa penahanan yang tidak adil terhadap Nazanin Zaghari-Ratcliffe dan Anoosheh Ashoori di Iran telah berakhir hari ini, dan mereka sekarang akan kembali ke Inggris,” kata Johnson dalam sebuah tweet.

Suami Zaghari-Ratcliffe, Richard, mengatakan cobaan panjang itu akhirnya berakhir. “Ini melegakan, gagasan bahwa kita dapat kembali menjadi keluarga normal, bahwa kami tidak harus lagi berjuang,” katanya kepada Reuters di luar rumahnya di London sebelum istrinya mendarat.

Sementara keluarga Ashoori berterima kasih kepada semua orang yang telah bekerja untuk pembebasannya. “1.672 hari yang lalu fondasi keluarga kami diguncang ketika ayah dan suami kami ditahan secara tidak adil dan diambil dari kami. Sekarang, kami dapat berharap untuk membangun kembali fondasi yang sama dengan landasan kami kembali ke tempatnya.”

Pada Februari, Iran yang memiliki selusin warga negara ganda Barat, mengatakan siap untuk pertukaran tahanan dengan imbalan pembukaan blokir aset yang dibekukan dan pembebasan warga Iran yang ditahan di penjara Barat.

Perjuangan panjang Zaghari-Ratcliffe dalam penahanan dimulai ketika dia ditangkap atas tuduhan spionase pada April 2016 dalam kunjungan untuk melihat keluarga di negara itu.

Penahanannya mengundang kecaman internasional, dan suaminya, Richard, memimpin seruan untuk pembebasannya, hingga melakukan mogok makan di luar Parlemen Inggris pada Oktober tahun lalu untuk memaksa pemerintah berbuat lebih banyak.

Sedangkan Ashoori ditangkap pada Agustus 2017 ketika dia mengunjungi ibunya di Teheran. Ashoori dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada 2019 karena dituduh memata-matai untuk Mossad Israel dan dua tahun karena “memperoleh kekayaan tidak sah”, menurut pengadilan Iran.

Kantor berita semi-resmi Iran Fars mengatakan Zaghari-Ratcliffe dan Ashoori dibebaskan setelah Inggris melunasi utang bersejarah.

Penguasa Iran mengatakan Inggris berutang kepada Iran 400 juta poundsterling atau Rp7,4 triliun yang dibayarkan di muka oleh mantan raja Iran, Shah, sebagai pembayaran 1.750 tank Chieftain dan kendaraan lainnya. Namun, kendaraan militer tersebut tidak ada yang dikirim setelah Revolusi Islam 1979 menggulingkan pemimpin yang didukung AS.

Diplomat top Iran Hossein Amirabdollahian pada Rabu mengatakan Inggris telah membayar utangnya beberapa hari yang lalu. Namun, ia menyangkal adanya hubungan antara pembayaran dan pembebasan para tahanan.

Baca juga !