Fri. Dec 9th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Irlandia hingga Yunani Pangkas Masa Isolasi Covid, Berikut Daftar Negara UE yang Melakukannya

3 min read

DUBLIN – Irlandia menjadi negara Uni Eropa (UE) yang memangkas periode isolasi bagi banyak orang yang terpapar Covid-19.

Pemerintah mengambil langkah ini mengingat jumlah infeksi yang tercatat memicu kekhawatiran.

Ditakutkan varian Omicron yang merebak di UE dapat melumpuhkan layanan publik vital, ritel, dan perhotelan karena kekurangan staf.

Spanyol, Portugal, dan Yunani juga mengurangi masa isolasi pekan ini, sementara yang lain, seperti Jerman dan Prancis masih mempertimbangkan untuk mengikuti kebijakan itu.

Italia memangkas karantina untuk orang yang sudah divaksinasi penuh setelah melakukan kontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid.

Ilustrasi karantina diri. Negara-negara Uni Eropa, Spanyol, Portugal, Yunani, Jerman, Prancis memangkas masa karantina dari 10 hari menjadi tujuh hari.(Fox news)

Melansir Guardian, putusan ini mengikuti langkah serupa yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

Penelitian awal sebelumnya menunjukkan varian Omicron yang sangat menular umumnya menyebabkan penyakit lebih ringan daripada varian sebelumnya,

Namun, banyak orang yang terinfeksi dapat mengancam kekacauan di rumah sakit dan transportasi umum.

“Banyak kasus Omicron tanpa gejala,” kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Rochelle Walensky, Senin (27/12/2021).

“Kami ingin memastikan ada mekanisme yang memungkinkan kami dapat terus menjaga masyarakat dengan aman, sambil mengikuti sains.”

Dari 10 hari menjadi 5 dan 7 hari

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Rabu (29/12/2021) memotong periode isolasi dari 10 hari menjadi tujuh hari.

Pemerintah Irlandia pada Jumat (31/12/2021) memotong periode isolasi menjadi tujuh hari dari 10 untuk orang yang dites positif tetapi menerima vaksin penguat atau terinfeksi dalam tiga bulan sebelumnya.

Varian Omicron menyumbang 92% dari semua infeksi di Irlandia.

Spanyol, di mana jumlah infeksi meningkat lima kali lipat dalam sebulan, memangkas periode isolasi untuk orang yang dites positif menjadi tujuh hari dari 10 pada Rabu (29/12/2021) ], setelah pertemuan antara menteri kesehatan, Carolina Darias, dan kepala kesehatan regional.

Masa karantina untuk kontak dekat orang yang dinyatakan positif juga dikurangi menjadi tujuh hari.

Perdana menteri, Pedro Sánchez, mengatakan negara itu perlu mencapai “keseimbangan” antara kesehatan masyarakat, kesehatan mental, dan pertumbuhan ekonomi.

Portugal mengikuti langkah ini pada Kamis (30/12/2021).

Negara tersebut memotong periode isolasi wajib untuk orang yang dites positif tetapi tidak menunjukkan gejala dari 10 hari menjadi tujuh, setelah para ahli kesehatan mendesak pemerintah untuk memikirkan kembali di tengah kekhawatiran negara itu dapat menjadi lumpuh.

“Keputusan ini sejalan dengan pedoman dari negara lain dan merupakan hasil dari pertimbangan teknis dan berat, mengingat masa inkubasi varian yang sekarang dominan, Omicron,” kata otoritas kesehatan DGS dalam sebuah pernyataan.

Yunani mengurangi periode isolasi untuk pasien virus corona lebih lanjut, menjadi lima hari dari 10 hari, setelah negara itu mencatat rekor harian keempat berturut-turut untuk infeksi baru.

“Bukti yang kami dapatkan dari Omicron sangat menggembirakan,” kata menteri kesehatan, Thanos Plevris.

Italia memilih jalur yang berbeda.

Negara ini membiarkan masa isolasinya tidak tersentuh tetapi menghapus karantina bagi mereka yang melakukan kontak dengan seseorang yang telah dites positif asalkan mereka memiliki suntikan booster, baru saja pulih atau telah divaksinasi.

Mereka harus memakai masker FFP2 yang lebih protektif (setara dengan KN95 atau N95 di wilayah lain) selama 10 hari dan menjalani tes dalam waktu lima hari sejak kontak dengan orang positif – tetapi hanya jika mereka menunjukkan gejala.

“Saya pikir masuk akal untuk menerapkan aturan yang berbeda kepada warga yang telah mengikuti indikasi pemerintah, mengambil dua dosis dan kemudian booster,” kata sekretaris kesehatan, Andrea Costa.

Italia juga telah mencatat rekor angka infeksi minggu ini.

Der Spiegel dari Jerman melaporkan minggu ini bahwa menteri kesehatan, Karl Lauterbach, lebih suka memperpendek periode karantina di tengah kekhawatiran negara itu akan segera terhenti mengingat berapa banyak orang yang harus mengasingkan diri secara protektif.

Institut Robert Koch (RKI) untuk penyakit menular merekomendasikan agar orang yang terinfeksi dan kontak mereka di Jerman, di mana jumlah kasus baru-baru ini mulai meningkat, dikarantina selama 14 hari, bahkan jika mereka telah divaksinasi atau pulih sepenuhnya.

Di Prancis, yang minggu ini mencatat rekor baru di Eropa untuk infeksi harian, media telah melaporkan bahwa badan penasihat kesehatan pemerintah HAS akan membuat rekomendasi resmi mengenai pertanyaan tersebut pada hari Jumat.

Prancis mengoperasikan periode isolasi tujuh hari, dan karantina 17 hari untuk orang yang tinggal di rumah yang sama dengan seseorang yang dites positif.

Menteri kesehatan, Olivier Veran, akan mengumumkan perubahan tambahan pada 2 Januari.

Baca juga !