Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Jenderal Militer Sudan Tetapkan Masa Darurat-Bubarkan Pemerintah Usai Kudeta

2 min read

Khartoum – Jenderal tertinggi militer Sudan mengumumkan penetapan situasi darurat setelah tentara menahan para pemimpin sipil termasuk Perdana Menteri (PM) Abdalla Hamdok dalam apa yang disebut Kementerian Informasi sebagai ‘kudeta’.
Sang jenderal juga membubarkan pemerintah yang memimpin transisi demokrasi di Sudan serta mengumumkan pembentukan pemerintahan baru. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (25/10/2021).

Jenderal Abdel Fattah al-Burhan yang memimpin militer Sudan menyampaikan pengumuman itu dalam pidato yang disiarkan televisi lokal setelah anak buahnya menahan tokoh-tokoh penting pemerintahan yang memimpin transisi demokrasi sejak lengsernya Presiden Omar al-Bashir pada April 2019.

“Untuk memperbaiki arah revolusi, kami memutuskan untuk mendeklarasikan situasi darurat secara nasional… membubarkan dewan kedaulatan transisi, dan membubarkan kabinet,” ucap Jenderal Burhan dalam pidatonya.

Pengumuman ini disampaikan saat bentrokan pecah di ibu kota Khartoum, dengan tentara melepaskan tembakan peluru tajam ke arah orang-orang yang berunjuk rasa di jalanan usai perebutan kekuasaan terjadi.

Bentrokan sebagian besar berpusat di luar markas militer Sudan di Khartoum beberapa jam setelah tentara negara itu menahan PM Hamdok, para menteri dalam pemerintahannya dan anggota sipil dari dewan penguasa Sudan.

Kementerian Informasi Sudan dalam pernyataan via Facebook menyebut para pemimpin sipil ditahan setelah ‘menolak untuk mendukung kudeta’.

Disebutkan juga oleh Kementerian Informasi Sudan bahwa layanan internet terputus di seluruh wilayah Sudan dan ruas jalanan utama serta jembatan menuju Khartoum diblokir, sebelum tentara menyeru kantor pusat televisi nasional Sudan di Omdurman.

“Pasukan militer melepaskan tembakan peluru tajam ke arah demonstran yang menolak kudeta militer di luar markas militer,” sebut Kementerian Informasi Sudan dalam pernyataannya.

Menurut Komisi Pusat Dokter Sudan, serikat medis independen, belasan orang mengalami luka-luka dalam bentrokan itu.

Orang-orang kemudian turun ke jalanan setelah itu, melakukan aksi pembakaran ban dan menumpuk deretan batu bata untuk memblokir jalanan sebagai bentuk protes atas langkah militer tersebut.

Para demonstran lainnya melakukan pawai di jalanan Khartoum sambil membawa bendera nasional Sudan. Beberapa demonstran meneriakkan slogan seperti ‘Pemerintahan sipil adalah pilihan rakyat’ dan ‘Tidak untuk pemerintahan militer’.

“Kami tidak akan menerima kepemimpinan militer dan kami siap memberikan nyawa kami untuk transisi demokrasi di Sudan,” teriak salah satu demonstran bernama Haitham Mohamed.

“Kami tidak akan meninggalkan jalanan hingga pemerintah sipil kembali dan transisi kembali,” timpal demonstran lainnya, Sawsan Bashir.

Baca juga !